Berita PLN Insight
Triwulan Pertama 2023, PLN Nusantara Power Pasok 19.902 MWh Energi Bersih
PLN Nusantara Power mampu memproduksi energi bersih sebesar 250,39 Gigawatt hour (GWh) dari target 140,42 GWh.
TRIBUNSUMSEL.COM,SURABAYA- PT PLN Nusantara Power sebagai subholding dari PT PLN (Persero) terus meningkatkan produksi energi bersih di sektor pembangkitan.
Salah satu inovasi yang dilakukan adalah dengan meningkatkan penerapan co-firing untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang dikelolanya.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan, PLN terus melakukan inovasi dalam melakukan transisi energi.
Ini dilakukan demi menghadirkan kehidupan yang lebih baik di masa mendatang.
"Dengan berbagai extraordinary effort di antaranya melalui biomass co-firing, kami berhasil menekan emisi gas rumah kaca. Selain itu, inovasi ini juga meningkatkan bauran EBT di lingkungan pembangkit PLN," ungkap Darmawan.
Pada kesempatan berbeda, Direktur Utama PLN Nusantara Power Ruly Firmansyah menjelaskan memasuki triwulan pertama di tahun 2023, PLN Nusantara Power telah menyumbangkan 19.902 Megawatt hour (MWH) energi bersih dari co-firing.

Sebagian besar energi bersih tersebut disumbangkan oleh PLTU Paiton 1-2 dan PLTU Paiton 9 dengan total daya mencapai 8.852,64 MWh.
Baca juga: Amankan Listrik Nasional, PLN Energi Primer Indonesia Jaga Ketersediaan Bahan Bakar Pembangkit
Baca juga: PLN Siap Suplai 1.500 Charging Station untuk Motor Listrik Greentech
"Selain pengembangan unit pembangkit berbasis EBT, perlu strategi yang tepat untuk mendorong produksi energi bersih pada PLTU yang ada. Dengan pencapaian ini, kami harap dapat meningkatkan persentase bauran co-firing di lingkungan pembangkitan PLN," terang Ruly.
Sebelumnya, pada tahun 2022, PLN Nusantara Power telah melampaui target produksi energi bersih dari co-firing hingga 178,32 persen.
PLN Nusantara Power mampu memproduksi energi bersih sebesar 250,39 Gigawatt hour (GWh) dari target 140,42 GWh.
"Ini dapat dicapai berkat inovasi yang dilakukan perusahaan dan sinergi antar instansi yang baik. Pemanfaatan biomassa ini sekaligus menjadikan pembangkit PLN episentrum pendayagunaan ekonomi kerakyatan," jelas Ruly.
Ruly mengungkapkan bahwa PLN Nusantara Power telah melakukan studi terkait co-firing sejak 2018 dan telah mengujicobakan co-firing pada 16 PLTU di Jawa dan luar Jawa.
Seperti di PLTU Paiton yang kini telah berhasil melakukan co-firing hingga 6 persen.
Dirinya juga menjelaskan bahwa alasan PLN Nusantara Power menggalakkan co-firing karena inovasi ini merupakan salah satu langkah tepat dalam implementasi green energy.
Co-firing merupakan teknik substitusi dalam pembakaran PLTU, di mana sebagian batu bara untuk pembakaran diganti sebagian dengan bahan lainnya, salah satunya biomassa.
Berita PLN Insight
Berita PLN Insight Terupdate
PLN Insight
PLN Nusantara Power Pasok 19.902 MWh Energi Bersih
PLN Nusantara Power
Tribunsumsel.com
Pemerintah dan PLN Bakal Hadirkan PLTN sebagai Solusi Energi Andal, Bersih dan Terjangkau |
![]() |
---|
PLN Hadirkan Listrik Andal untuk Tambak Udang di Bengkulu, Kado Spesial Hari Pelanggan Nasional |
![]() |
---|
PLN UID S2JB dan PT UJPK Sepakati Perjanjian Pengelolaan Gedung di Seluruh Wilayah Kerja S2JB |
![]() |
---|
PLN Operasikan Lagi 4 Lokasi SPKLU Center di Momen HUT RI Ke-80 Tahun |
![]() |
---|
CROSSGASS PLN UID S2JB Cek Pengoperasian AVR Desa Kebun Sahang di Banyuasin |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.