Wawancara Ekslusif Tribun Sumsel
Mudik ke Palembang, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi Ngaku Suprise Orang Palembang Kreatif
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengaku suprise karena orang Palembang kreatif. Hal ini diungkap saat wawancara eksklusif dengan Tribun Sumsel.
Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL. COM, PALEMBANG - Menteri Perhubungan (Menhub) RI Budi Karya Sumadi mengatakan keberadaan Light Rail Transit (LRT) Sumsel saat ini, terus mengalami peningkatan penumpang sebagai angkutan massal di perkotaan Palembang.
Apalagi Kementerian Perhubungan telah mengintegrasikan tiga angkutan umum yaitu Light Rail Transit (LRT), Bus Rapid Transit (BRT) dan angkot feeder yang semakin memanjakan masyarakat.
Tribun Sumsel berkesempatan mewawancarai Budi Karya Sumadi yang merupakan Wong Palembang dipandu Pimred Tribun Sumsel-Sriwijaya Post (Sripo) Hj L Wenny Ramdiastuti di Graha Tribun Sumsel. Berikut hasil wawancaranya.
Q: Kami kedatangan tamu super penting dan istimewa karena kami kedatangan Menhub pak Budi Karya Sumardi. Makasih pak sudah datang mudik? Pak Budi ini reuni dan apa bae tugas hari ini?
A: Saya membiasakan diri kalau keluar kota yang relevan dengan Kemenhub, pulang ke Palembang apalagi ada sepur pucuk (LRT) .
Bayangkan sepur pucuk, LRT itu pertama kali ada di Palembang dan sebagai pembantu presiden kita konsisten, dimana di Medan beliau ngomong pokoknya di perkotaan itu mesti angkutan massal.
Jadi kita buat kejutan dan aku suprise karena orang Palembang kreatif. Dimana tadi ada penderita tuna rungu ia mendidik pegawai di situ untuk bisa berbuat sesuatu dengan bahasa isyarat (namanya Imam, Red).
Artinya angkutan massal ini harus diisi bukan semata- mata angkutan massal yang hanya fungsional tetapi bermanfaat.
Di LRT itu saya ketemu pak Yusuf berdua naik LRT sama anaknya dan saya tanya kenapa naik LRT dijawab untuk berwisata, jadi selain fungsi untuk transportasi, untuk Palembang jadi ikon karena ada fungsi wisata dari masyarakat Pagar Alam, Jambi dan Lampung datang ke sini tetapi yang pasti dia berfungsi sebagai angkutan perkotaan.
Untuk jadi angkutan perkotaan kalau ia sendiri tidak mungkin sehingga kita harus bicara antar moda transportasi dia harus terintegrasi, sekarang ada angkot Feeder makanya saya dengan Walikota Palembang kembangkan angkot feeder-feeder ini.
Bayangkan dulu itu cuma 900 ribuan penumpangnya setahun, tahun 2021 hampir 2 jutaan dan tahun 2022 mendekati 3 juta dan kedepan (2023) bisa 4 jutaan, kita improve program dengan Pemkot Palembang itu luar biasa untuk subsidi dari pusat dan Palembang.
Q: Jadi sama- sama subsidi, berapa banyak angkot feedernya, Pak?
A: Banyak nian (sekali) dak terhitung, dan pastinya ada first tujuan dan last tujuan dari rumahnya ke LRT ia ke suatu tujuan pasar atau kantornya tempat bekerja dan balik lagi.
Nah satu tahun volume penumpang naik sekitar 60 persen penumpang LRT, jadi pusat dan daerah berkomunikasi, kalau mahasiswa dan pelajar sebulan hanya Rp 25 ribu dan ini sesuai instruksi Presiden, angkutan massal kita dorongan dan Alhamdulillah didukung Wali kota Palembang.
Kemarin juga kita telepon bank Mandiri mau dak buat kendaraan perkotaan bus terbuka dan dia mau ngasih 7 lah kendaraan itu dalam 3 tahun kedepan. Artinya masyarakat dan perusahan harus mendukung angkutan massal, kalau angkutan massal terwujud kemacetan berkurang, polusi berkurang dan hemat.
Q: Pak Jokowi mengatakan penjualan kendaraan roda dua dan empat meningkat itu menyebabkan macet luar biasa maka akan didorong angkutan massal lebih luas lagi kan dan Palembang sudah memulainya lebih dahulu?
A: Palembang diuntungkan bahkan saya secara tegas Palembang bisa menjadi kota percontohan LRT pertama kali, ada sungai sehingga antar moda itu terjadi. Saya pikir tidak mungkin menyusahkan masyarakat sehingga kita harus gaungkan terus masyarakat gunakan angkutan LRT karena ini suatu konsen dan memang 'suatu godaan' membeli mobil dan motor sendiri yang menyebabkan polusi maupun macet.
Jadi ada perimbangan membeli mobil dengan kita memperjuangkan angkutan massal agar dak macet dan menyebabkan polusi.
Q: Sekarang sudah mau lebaran biarpun meski masih 2 bulan lagi dan jelas ini lebih terbuka lagi?
A: Saya sudah mulai ngomong, kami punya Badan Kebijakan Transportasi dan kerjasama dengan media, kita mengadakan riset dimana riset itu hampir dipastikan akurat seperti Pilpres, tahun lalukan 80 juta dan kedepan (2023) lebih dari 100 juta pemudik.
Jadi bisa kita bayangkan bahwa kepadatan lebih dahsyat, dan kegembiraan lebih ada namun sebaliknya kita harus siap- siap.
Bukan saya konfiden berusaha membesarkan diri, tapi kita harus bisa menghadapi itu, yang kita lakukan sederhana kita lakukan bersama dan evaluasi termasuk dengan Polisi terbuka dengan apa yang dilakukan.
Jadi komunikasi dan kekompakan penting kalau itu terwujud insyaallah semua lancar.
Q: Kira-kira prediksi kedepan bagaimana?
A:Kalau di Sumsel tidak ada isu kemacetan, tapi ada tiga kemacetan di Tol Cipali karena jalan kecil orangnya mau balik banyak, penyebrangan Merak Bakauheni dan transportasi pesawat.
Q: Jadi pak Budi ini komunikator ulung bisa menyelesaikan hambatan?
A: Betul karena kita harus banyak teman dalam menyelesaikan masalah karena berkawan suatu helling dan itu bagian solusi keseimbangan hidup saya. Ada teman saya suka nyanyi saya ajak dan pegawai dinas perhubungan suka nyanyi dan saya ajak.
Q: Anggota Komisi V DPR RI Ishak Mekki mempertanyakan kondisi jalan di Tol Kayuagung yang rusak, padahal mau lebaran. Gimana anda menyikapinya?
A:Perbaikan Jalan Tol Kayuagung itu masalahnya perlu diketahui masyarakat dan diomongkan. Masalah yang di Sumsel itu bawahnya (jalan) rawa gambut dan bukan sederhana menurut saya, kejadian bukan hanya di Sumsel tapi juga di Bandara Samarinda sehingga pancang harus berkekuatan besar dan dalam. Nah, ini bukan tupoksi aku, tapi Kementerian PU.
Memang ada tingkat kesulitan tinggi, dan saya orang Palembang ajak ngobrol. Kita punya rancangan tol sampai TAA dan itu mahal karena pancang besinya harus dalam dan ini tidak mudah karena sedikit rawa gambut dan ini tidak mudah karena salah menentukan titiknya sehingga bisa membuat ambles, sehingga harus ada perhitungan.
Baca berita lainnya langsung dari google news
Silakan gabung di Grup WA TribunSumsel
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.