Arti Kata Bahasa Arab

Arti Robi Auzini An asykura Nimatakallati, Doa Nabi Sulaiman AS, Agar Menjadi Hamba yang Bersyukur

Ya Rabbku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku, dan supaya aku dapat beramal shalih

Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
tribunsumsel/welly triyono
Arti Robbi Auzini An asykura Nimatakallati, Doa Nabi Sulaiman AS, Agar Menjadi Hamba yang Bersyukur. 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Arti Robbi Auzini An asykura Nimatakallati, Doa Nabi Sulaiman AS, Agar Menjadi Hamba yang Bersyukur.

Bacaan Robbi Auzini An asykura Nimatakallati .....

Memiliki arti: Ya Rabbku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat-Mu.

Doa ini adalah satu doa yang di zaman dahulu dipanjatkan Nabi Sulaiman Alaihissalam (AS). Doa ini ada di dalam Alquran, surat An-Naml [27] ayat 19.

Berikut bacaan lengkapnya:


رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ

Robbi auzi’nii an asykuro ni’matakallatii an’amta ‘alayya wa ‘alaa waalidayya wa an a’mala shoolihan tardhoohu, wa ad-khilnii birohmatika fii ‘ibaadikash-shoolihiin.

Artinya:

“Ya Rabbku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku, dan supaya aku dapat berbuat amal shaleh yang Engkau ridhai. Masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang shaleh”.

Dalam tafsir As-sam'any, yang dimaksud dengan syukur adalah keterbukaan hati untuk melihat (mengakui) kenikmatan, disebutkan pula bahwa makna syukur adalah memuji Allah ﷻ atas karunia nikmat yang telah diberikan. (Tafsir As-Sam’any 4/87)

Kalimat bacaan ini adalah doa Nabi Sulaiman ketika kagum dan tersenyum mendengar semut dengan  nasihatnya kepada kawanannya untuk segera masuk ke dalam tempat tinggal mereka agar tidak terinjak oleh Nabi Sulaiman dan pasukannya yang sedang lewat.


Dan kagumnya Nabi Sulaiman kepada mereka (semut) tidak menyebabkan beliau tertawa terbahak-bahak namun hanya sampai batasan senyum saja, karena tertawa terbahak menunjukkan akan kecilnya akal dan kurang beradab, sedangkan tidak tersenyum terhadap sesuatu yang menakjubkan menunjukkan akan kesombongan, dan para nabi disucikan dari itu semua. (lihat: Tafsir As-Sa’dy hal: 602)

Robbi auzi’nii an asykuro ni’matakallatii an’amta ‘alayya wa ‘alaa waalidayya wa an a’mala shoolihan tardhoohu, wa ashlih lii fii dzurriyyatii, innii tubtu ilaika wa innii minal muslimiin.

Ya Rabbku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku, dan supaya aku dapat berbuat amal shaleh yang Engkau ridhai.

 

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved