Berita Nasional
Profil Jon Sarman Saragih, Hakim yang Marahi Hotman Paris dan Tim di Sidang Irjen Teddy Minahasa
Profil Jon Sarman Saragih Ketua Majelis Hakim yang memarahi Hotman Paris Hutapea dalam Sidang Kasus Narkoba Irjen Pol Teddy Minahasa, Senin (20/2/2023
Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Aggi Suzatri
TRIBUNSUMSEL.COM- Profil Jon Sarman Saragih Ketua Majelis Hakim yang memarahi Hotman Paris Hutapea dalam Sidang Kasus Narkoba Irjen Pol Teddy Minahasa, Senin (20/2/2023)
Diketahui, Hotman Paris adalah kuasa hukum dari Irjen Pol Teddy Minahasa.
Hotman Paris dan tim sempat dimarahi hakim Jon Sarman Saragih lantaran melakukan hal yang memicu keributan di ruang sidang.
Sebagai Hakim Ketua, Jon Sarman menasihati bahwa persidangan merupakan tempat luhur yang tak semestinya dipenuhi keributan.
Baca juga: Kronologi Hotman Paris dan Tim Dimarahi Hakim di Sidang Irjen Teddy Minahasa : Kayak di Kampung
Jon Sarman pun menganggap apa yang diperbuat Hotman Paris dan timnya tak mencerminkan keluhuran itu. Sebaliknya, Hakim Jon menilai tingkah demikian merupakan perbuatan kampungan.
"Kalau sampai seperti ini, belum apa-apa sudah (memperagakan angkat tangan berkali-kali). Kayak di kampung, di warung. Ini tempat terhormat dan luhur. Kalau bukan kita menghargai tertibnya persidangan, siapa lagi?" katanya.
Dalam kesempatan itu, Jon Sarman juga mengingatkan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang harus dijadikan pedoman dalam bersidang.
Lantas seperti apa sosok Ketua Majelis Hakim Jon Sarman Saragih? Berikut ulasan profilnya
Jon Sarman Saragih, S.H.,M.Hum merupakan salah satu hakim yang berasal dari Sirpang Sigodang, Sumatera Utara.
Ia dilahirkan 54 tahun lalu oleh ibunya boru Sinaga dan ayahnya bermarga Saragih di Sirpang Sigodang Batu XX Kecamatan Pane Tongah Kabupaten Simalungun.
Ia merupakan anak ke tiga dari enam bersaudara.
Baca juga: Alasan JPU Minta Hakim Tolak Eksepsi Teddy Minahasa, Tegaskan Sidang Tetap Harus Dilanjutkan
Hakim Jon yang dahulunya adalah anak seorang petani memulai pendidikannya dengan mengejar gelar sarjana hukum dari Universitas Darma Agung.
Kegigihannya untuk menjadi seorang hakim pun membuatnya kembali mengejar gelar magister di Universitas Sumatera Utara.
Perjuangannya hingga menjadi seorang hakim pun tidaklah mudah.