Berita Musi Rawas
Pengendalian Hama WBC pada Tanaman Padi, Ini Langkah Petani di Musi Rawas
Pengendalian Hama hama wereng batang coklat (WBC) pada tanama padi dilakukan petani di Musi Rawas Jumat (27/1/2023)
TRIBUNSUMSEL.COM, MUSI RAWAS- Petani di Desa Sukomulyo Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas (Mura), Provinsi Sumsel melakukan pengendalian hama wereng batang coklat (WBC).
Hama WBC menyerang tanaman padi petani yang berusia satu bulan sejak beberapa waktu terakhir.
Serangan hama WBC lantas delaporkannya ke Penyuluh Pertanian dan disampaikan ke Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit (LPHP) dan Perlintan Tugumulyo.
Didampingi penyuluh, petugas LPHP dan Perlintan para petani langsung melakukan gerakan pengendalian (Gerdal) hama WBC di areal sawah yang terserang.
Pengendalian hama WBC dilakukan dengan cara menyemprotkan bahan aktif BPMC ke tanaman padi secara serentak.
Sehingga bisa mengurangi dan membasmi populasi hama yang menjadi ancaman bagi petani padi.
Ketua Kelompok Tani, Harapan Tani Desa Sukomulyo Kecamatan Tugumulyo, Komarudin mengatakan ada sekitar 20 hektar lahan persawahan yang tergabung di Kelompok tani yang dipimpinnya diserang Hama WBC.
"Bukan cuman di kelompok saya saja, tapi satu hamparan yang di serang hama WBC," kata Komarudin Jumat (27/1/2023)
"Sekitar seminggu yang lalu hama WBC ini terlihat di tanaman padi, jadi saya langsung sampaikan ke tenaga penyuluh. Sampai akhirnya hari ini dilakukan Gerdal," tambahnya
Dikatakan Komarudin, meskipun serangan hama BPMC saat ini belum begitu parah. Namun, ketika telat di tangani, maka dampaknya akan sangat merugikan petani padi.
"Hama ini sudah mulai berkembang biak, tapi untuk serangannya belum ada yang fatal, atau belum sampai membuat tanaman padi mati," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala LPHP Tugumulyo, Teddy Kosasih mengatakan, hari ini ada dua Desa yang dilakukan pengendalian hama WBC, yakni di Desa Sukomulyo dan Desa Ngadirejo Kecamatan Tugumulyo.
Hanya saja lanjut Teddy, kegiatan sebelumnya juga sudah dilakukan di beberapa Kecamatan, termasuk di Megang Sakti, Purwodadi dan Sumber Harta.
Dijelaskannya, peningkatan populasi hama WBC ini disebabkan siklus 5 tahunan dan faktor cuaca.
Untuk itu, begitu ada laporan dari petani, langsung dilakukan pengendalian agar tidak sampai merugikan petani.
"Gerdal yang kami lakukan yakni dengan menyemprotkan bahan aktif BPMC ke pangkal tanaman padi," kata Teddy , Jumat (27/1/2023).
Dikatakannya, Gerdal dilakukan ketika hanya ditemukan populasi hamanya, dengan perhitungan ambang pengendalian atau tingkat merugikan ya lebih dari 1 ekor per batangnya.
"Maksudnya, kau di satu batang padi ada lebih dari 1 ekor hama WBC, itu sudah harus dilakukan upaya pengendalian," jelasnya.
Baca juga: Agus Warga Megang Sakti Sembunyikan Ekstasi di Tumpukan Baju, Penangkapan Narkoba Musi Rawas
Jika tidak dikendalikan sambung Teddy, maka bisa menyebabkan tanaman hoper burn atau gosong atau kering, dan juga bisa membuat tanaman kerdil.
"Ada beberapa bahan aktif BPMC yang dianjurkan untuk digunakan petani, seperti Puprozin, Imida Clopit, Demihipo dan Niten Tiram. Jadi disarankan agar petani tidak menggunakan racun yang tidak dianjurkan untuk tanaman padi," tutupnya. (SP/Eko)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Pengendalian-Hama-WBC.jpg)