Berita Nasional

Fakta Baru WNI Dituduh Lecehkan Wanita Lebanon Saat Umrah, KJRI Jeddah Layangkan Protes, Penyebabnya

KJRI di Jeddah ternyata tak diberi tahu terkait proses hukum terhadap Warga Indonesia yang dituduh melecehkan wanita Lebanon saat Umrah.

Istimewa
WNI Dituduh Lecehkan Wanita Lebanon Saat Umrah, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah ternyata tak diberi tahu terkait proses hukum terkait permasalahan ini. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah ternyata tak diberi tahu terkait proses hukum terhadap Warga Indonesia (WNI) bernama Muhammad Said yang dituduh melecehkan wanita Lebanon saat Umrah.

Menyikapi hal tersebut KJRI Jeddah langsung melayangkan protes.

Hal ini diungkap Konsulat Jenderal (Konjen) Jeddah, Eko Hartono.

Eko membenarkan terkait adanya kasus WNI bernama Muhammad Said yang dituduh telah melakukan pelecehan seksual terhadap wanita asal Lebanon saat menjalani ibadah umrah.

Selain itu, Eko mengatakan Muhammad Said telah divonis dua tahun penjara buntut dari kasus ini.

Baca juga: Ronny Talapessy Tak Ingin Bharada E Jadi Korban Untuk Kedua Kalinya, Siapkan Tiga Poin Dalam Pledoi

Tidak hanya dipenjara, ia juga mengungkapkan Muhammad Said harus membayar denda sebesar 50 ribu riyal atau setara dengan Rp 200 juta.

“Seorang WNI dengan inisial MS telah ditangkap aparat keamanan di Mekkah karena tuduhan melakukan pelecehan seksual."

"Saudara MS telah menjalani proses persidangan dan dijatuhi vonis hukuman penjara selama dua tahun dan denda sebesar 50 ribu riyal,” ujar Eko saat dihubungi Tribunnews.com, Minggu (22/1/2023).

Eko mengatakan bahwa pihaknya juga telah menjenguk Muhammad Said di penjara pada awal tahun ini.

“Yang bersangkutan dalam kondisi baik dan sehat,” jelasnya.

Namun, Eko membeberkan fakta lain terkait kasus ini di mana pihak KJRI tidak mengetahui akan proses hukum terhadap Muhammad Said.

Hal ini, lanjutnya, membuat KJRI melayangkan nota protes ke Kementerian Luar Negeri (Kemlu).

“KJRI telah melayangkan nota protes ke pihak Kemlu bahwa proses pengailan diselenggarakn tanpa pemberitahuan ke KJRI. KJRI Jeddah saat ini tengah membahas upaya banding dengan pengacara,” tegasnya.

Sebelumnya, viral sebuah utas berupa klarifikasi dari pihak keluarga Muhammad Said terkait tuduhan pelecehan seksual tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved