Berita Banyuasin

Empat Desa Terdampak Angin Puting Beliung di Air Salek Banyuasin, Puluhan Rumah Rusak

Empat desa terdampak angin puting beliung di Air Salek Banyuasin Sumsel, Rabu (11/1/2023). Sedikitnya 25 rumah ringan hingga berat akibat musibah ini.

Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/M ARDIANSYAH
Empat desa terdampak angin puting beliung di Air Salek Banyuasin Sumsel, Rabu (11/1/2023). Sedikitnya 25 rumah ringan hingga berat. 

"Awalnya tidak tahu, saya pikir gempa, karena ada guncangan. Saat itu saya tidur di depan tv, sedangkan keluarga saya sedang nonton tv," kata Junaidi, Minggu (8/1/2023). 

Rumah Junaidi warga Dusun 3 Desa Suro Kecamatan Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas (Mura) Provinsi Sumsel, yang rusak akibat dihantam angin puting beliung pada Sabtu (7/1/2023) sore sekira pukul 14.30 Wib.
Rumah Junaidi warga Dusun 3 Desa Suro Kecamatan Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas (Mura) Provinsi Sumsel, yang rusak akibat dihantam angin puting beliung pada Sabtu (7/1/2023) sore sekira pukul 14.30 Wib. (Eko Mustiawan/Sripoku.com)

Peristiwa tersebut lanjut Junaidi, baru diketahuinya setelah mendengar rumahnya bagian belakang, ambruk.

Kemudian, dia bersama keluarganya berusaha menyempatkan diri. 

"Rumahnya panggung, nah pas yang ambruk itu dibagian belakang dulu. Pas tau itu, saya dan keluarga berusaha menyelamatkan diri," ungkapnya.

Namun saat hendak keluar rumah sambung Junaidi, ternyata tangga rumahnya sudah lebih dulu hilang terbawa angin.

Kemudian, keluarganya hanya bisa pasrah dan berdiri dibagian depan rumahnya atau teras. 

"Pas mau keluar, tangganya sudah hilang, jadi anak dan cucu saya berdiri diatas didepan rumah. Sampai akhirnya saya bisa keluar dan mengendong anak dan cucu saya keluar rumah," imbuhnya.

Junaidi mengaku bersyukur, dia dan keluarganya masih diberikan keselamatan.

Sebab, jika tidak ada kayu-kayu dibagian bawah rumahnya, tentu dia dan keluarganya mungkin akan celaka. 

"Untung tidak langsung ambruk rumah saya, karena dibagian bawah ada kayu-kayu, jadi rumah saya masih bisa berdiri. Kalau tidak, mungkin, saya dan keluarga saya bisa celaka," ucapnya.

Ditambahkan Junaidi, Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (7/1/2023) sore sekira pukul 14.30 Wib. Saat itu, terjadi hujan lebat di sertai dengan angin kencang. 

"Akibat kejadian itu, rumah saya rusak dan nyaris ambruk seluruhnya. Tapi alhamdulillah saya dan keluarga saya tidak terluka sedikitpun," ucapnya.

Akibat kejadian itu masih kata Junaidi, rumahnya tak bisa ditempati, dan saat ini dia bersama keluarganya menempati rumah tetangganya yang kosong.

"Sekarang tinggal di rumah tetangga, kebetulan rumahnya kosong, jadi saya diberikan ijin menempatinya," jelasnya.

Lebih lanjut Junaidi mengatakan, pasca kejadian puting beliung tersebut, kini rumahnya dibongkar total, dan menunggu memiliki rejeki akan kembali dibangun. 

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved