IMLEK 2023

Sejarah Hari Raya Imlek, Tahun Baru China Dari Masa Ke Masa Sempat Ditiadakan Pada 1912

Artikel ini memuat penjelasan mengenai sejarah hari raya imlek, yang sempat ditiadakan atau dihapus pada tahun 1912.

Tribun Sumsel
Sejarah Hari Raya Imlek, Tahun Baru China Dari Masa Ke Masa 

Pada tahun 1912, pemerintah memutuskan untuk menghapus Tahun Baru Imlek dan kalender lunar, tetapi mengadopsi kalender Gregorian sebagai gantinya.

Namun, masyarakat tidak mau mengubah tradisi, sehingga kebijakan tersebut tidak berhasil dijalankan.

Sebuah kompromi dibuat bahwa kedua sistem kalender disimpan, dan kalender Gregorian digunakan di pemerintahan, pabrik, sekolah dan organisasi lain sementara kalender lunar digunakan untuk festival tradisional.

Hari pertama dalam kalender Gregorian, Hari Tahun Baru, disebut Yuandan, sedangkan hari pertama dalam kalender lunar disebut Chunjie (Festival Musim Semi), yang merupakan Tahun Baru Imlek yang dirayakan secara luas.

Setelah tahun 1949, Festival Musim Semi terdaftar sebagai hari libur nasional, dan orang-orang mendapat hari libur kerja dan sekolah.

Sekarang, Imlek adalah festival tradisional terpenting di Tiongkok.

Banyak kebiasaan lama yang diwarisi dari sejarah Tahun Baru Imlek yang panjang.

Baca juga: 10 Larangan Saat Perayaan Tahun Baru Imlek 2023, Jangan Mencobanya Jika Tak Ingin Sial

Baca juga: Penjelasan Ilmiah Kenapa Imlek Identik Dengan Hujan Cerita Legenda Dibaliknya Terungkap, Keberkahaan

Baca juga: Promo Makan Malam Imlek 2023 di Hotel Palembang Rp 250 Ribu per Orang, Ini Menunya

Baca artikel dan berita lainnya langsung dari google news

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved