Berita Muratara
Dua Kasus DBD di Muratara Awal 2023, Dinkes Galakkan Pemberantasan Sarang Nyamuk
Ada dua kasus DBD di Muratara awal 2023, Dinkes Muratara galakkan pemberantasan sarang nyamuk.
Penulis: Rahmat Aizullah | Editor: Vanda Rosetiati
Selain itu, mereka menggalakkan pemberantasan sarang nyamuk dengan melakukan fogging dan pemberian abate di tempat-tempat banyak jentik nyamuk.
"Kita sekarang punya empat unit fogging baru, bantuan dari Pemprov satu, beli pengadaan tiga. Fogging lama kita ada dua, tapi satunya rusak," ujar Tasman.
Dia menjelaskan gejala yang muncul dari DBD seperti demam tinggi, mual, muntah-muntah, hingga sakit kepala yang cukup parah.
Jika sudah muncul tanda-tanda penyakit tersebut, masyarakat diminta untuk segera periksa ke pusat kesehatan terdekat.
Dia menganjurkan masyarakat dapat melakukan pengecekan dan pembersihan tempat-tempat penampungan air yang ada di lingkungan sekitar.
Sebab lokasi tersebut sering dijadikan sebagai tempat bagi nyamuk Aedes Aegypti untuk berkembang biak.
"Misalnya talang air harus betul-betul diperhatikan, parit-parit, supaya tidak menjadi tempat berkembang biak nyamuk penyebab DBD itu," katanya.
Baca berita lainnya langsung dari google news
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Kasus-DBD-di-Muratara.jpg)