Berita Palembang

Antisipasi Curanmor, Polsek Sukarami Palembang Sebar Ratusan Spanduk Anti Curanmor

Polsek Sukarami Palembang gencar melakukan upaya preventif sebagai langkah antisipatif mendukung Gerakan Anti Curanmor, memasang ratusan spanduk.

Penulis: Fransiska Kristela | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/FRANSISKA KRISTELA
Polsek Sukarami Palembang gencar melakukan upaya preventif sebagai langkah antisipatif mendukung Gerakan Anti Curanmor, memasang ratusan spanduk. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Polrestabes Palembang gencar melakukan upaya preventif, memberi imbauan kepada masyarakat dan melakukan patroli setiap harinya untuk mengantisipasi curanmor.

Untuk mencegah terjadi curanmor di wilayah Kota Palembang, Polsek Sukarami Palembang gencar melakukan upaya preventif sebagai langkah antisipatif dalam mendukung Gerakan Anti Curanmor yang telah dideklarasikan Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Mohammad Ngajib beberapa waktu lalu.

"Sebagai langkah antisipasi curanmor, kami melakukan pemasangan 300 spanduk yang dipasang di wilayah kecamatan Alang-alang Lebar dan Sukarami," ujar Kapolsek Sukarami Kompol Dwi Satya Arian SIK, Jumat, (2/12/2022).

Baca juga: Update Pembunuhan di Pulo Gadung Palembang, Usai Membunuh Pelaku Todong Pengendara Rampas Motor

Menurut penuturannya wilayah cakupan yang masuk dalam pengawasan Polsek Sukarami termasuk besar.

Sehingga sasaran yang menjadi perhatian khusus yakni seperti perumahan, toko, minimarket, simpang, pinggir jalan, warung, serta kost-kost an.

"Untuk meminimalisir adanya tindakan kriminal tersebut, kami lakukan juga patroli hunting setiap malam 22.00-03.00 dengan lokasi patroli di wilayah yang rawan 3C, dan balap liar," ujarnya.

Dwi menjabarkan keamanan segala harta benda utamanya merupakan tanggung jawab pribadi dan masyarakat harus turut mengamankan harta benda yang mereka miliki.

"Kami menganjak serta mengimbau warga di grup atau forum RT RW untuk selalu waspada, tidak parkir sembarangan, di teras rumah, kunci ganda (kunci tambahan, gembok atau saklar tambahan On/OFF), pasang GPS," bebernya.

Langkah serta upaya yang dilakukan, juga diterapkan di tempat-tempat ibadah.
Seperti saat umat beragama Islam sedang menjalankan shalat, pagar utama masjid ditutup untuk meminimalisir adanya tindakan curanmor, dan jika pagar sudah di tutup warga yang baru datang bisa melewati pintu yang khusus untuk pejalan kaki.

"Imbauan serta tindakan nyata dari pihak kepolisian kepada masyarakat juga yakni menghidupkan kembali Pos Siskamling di perumahan atau komplek, di masing-masing RT/RW, menggunakan one gate system ( satu pintu) pada jam malam hari dan siang hari saat lingkungan sepi," katanya.

Diharapkan dengan adanya imbauan-imbauan serta spanduk yang dipasang juga masyarakat semakin aware atau peduli tentang bahaya curanmor dan bisa membantu menyebar luaskan informasi tersebut kepada masyarakat lain agar semakin waspada.

Baca berita lainnya langsung dari google news

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved