Breaking News:

Berita Nasional

Bukti Baru Mobil Innova Ditemukan Polisi Soal Kasus Dhio Daffa Bunuh Keluarganya di Magelang

Bukti Baru Mobil Innova Ditemukan Polisi Soal Kasus Dhio Daffa Bunuh Keluarganya di Magelang

Twitter/Tribun Jogja/Nanda Sagita Ginting
Bukti Baru Mobil Innova Ditemukan Polisi Soal Kasus Dhio Daffa Bunuh Keluarganya di Magelang 

TRIBUNSUMSEL.COM - Bukti baru didapatkan polisi dari kasus Dhio Daffa Syahdilla yang meracuni keluarganya di Magelang hingga tewas.

Salah satunya adalah satu unit mobil jenis minibus Innova berpelat K 17 DA.

Mobil itu ternyata dipakai Dhio untuk mengambil dan menyimpan zat sianida, dan arsenik ujar Plt Kapolresta Mochammad Sajarod Zakun

"Yang mana kendaraan tersebut atau mobil tersebut digunakan tersangka untuk mengambil barang bukti zat kimia (arsenik dan sianida) yang dibelinya secara online ke kurir.

"Dan, (mobil itu) digunakan untuk menyimpan sisa barang-barang (zat beracun) yang digunakan untuk menghabisi keluarga terdekatnya,"ujarnya.

Baca juga: Bak Tak Tahu Diri, Dhio Tega Racuni Keluarganya, Padahal Dulu Dirawat Ibu saat Hampir Meninggal

Bak Tak Tahu Diri, Dhio Tega Racuni Keluarganya, Padahal Dulu Dirawat Ibu saat Hampir Meninggal
Bak Tak Tahu Diri, Dhio Tega Racuni Keluarganya, Padahal Dulu Dirawat Ibu saat Hampir Meninggal (ist)

Ia menerangkan, tersangka mengambil sendiri zat sianida, dan arsenik yang dibelinya secara online.

Di mana, zat tersebut diambil dari salah satu kurir di wilayah Kabupaten Magelang.

"Berdasarkan keterangan dari pelaku, pelaku mengambil sendiri. Cash on Delivery (COD), ada disalah satu kurir yang belanja online di wilayah Kabupaten Magelang,"terangnya.

 
Sebelumnya, dia menjelaskan, tersangka membeli zat sianida dan arsenik secara online.

"Tersangka membeli golongan sianida sebanyak 100 gram, dan arsenik sebanyak 10 gram.

"Arseniknya sendiri itu masing-masing belinya dua barang, dan masing-masing barang itu (ukuran) 5 gram. Itu yg digunakan pada hari Rabu untuk percobaan pertama pembunuhan,"ungkapnya.

Pada percobaan pertama pelaku melancarkan aksinya dengan mencampurkan zat arsenik ke dalam minuman es dawet.

Namun kata Sajarod, karena dosisnya terlalu sedikit jadi tidak berpengaruh sampai menyebabkan korban meninggal dunia.

"Sehingga, yang bersangkutan mencoba mengulangi dengan menggunakan sianida. Semuanya belanja dengan online, pembeliannya berbeda-beda dalam kurun waktu yang rentannya tidak terlalu lama. Yang pertama dibeli arsenik,"ucapnya.

Pekerjaaan

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved