Berita Nasional

Putri Candrawathi Minta Maaf Karena Buat Karir Anggota Polri Terhambat Akibat Kasusnya

Putri Candrawathi menyampaikan permohonan maaf ke anggota Polri yang karirnya terhadap akibat terseret kasus kematian Nofriansyah Yosua Hutabarat

Youtube Kompas TV
Putri Candrawathi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh anggota Polri yang terdampak akibat kasusnya. Permohonan maaf itu disampaikannya dalam sidang lanjutan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Rabu (30/11/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM - Putri Candrawathi menyampaikan permohonan maaf ke anggota Polri yang karirnya terhadap akibat terseret kasus kematian Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Sehari sebelumnya, sang suami Ferdy Sambo sudah lebih dulu menyampaikan permohonan maaf ke anak buahnya yang ikut terdampak dalam kasus tewasnya Brigadir J.

Kini giliran Putri Candrawathi yang menyampaikan permohonan maaf saat hadir dalam sidang lanjutan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Rabu (30/11/2022). 

Baca juga: Keberadaan Mantra & Kemenyan di Rumah 1 Keluarga Tewas di Kalideres, Diduga Untuk Hidup Lebih Baik

Permohonanan maaf itu disampaikan Putri di hadapan sejumlah anggota Polri dari Polres Metro Jakarta Selatan yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebagai saksi.

Diketahui, sebagian dari mereka mendapatkan sanksi etik lantaran dinilai melakukan tindakan yang tidak profesional dalam penanganan kasus pembunuhan Brigadir J.

"Saya menyampaikan kepada anggota Polri, saya dan keluarga memohon maaf kepada bapak-bapak anggota Polri yang hadir hari ini sebagai saksi. Mereka harus menghadapi semua ini karena harus mendapatkan hambatan dalam berkarier," ucap Putri dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (29/11).

Dalam sidang ini, jaksa menghadirkan sembilan orang saksi.

Mereka adalah mantan Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ridwan Rhekynellson Soplanit, eks Anggota Unit Identifikasi Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Bripka Danu Fajar Subekti dan Eks Kasubnit 1 Reskrimum Polres Metro Jaksel, AKP Rifaizal Samual. 

Baca juga: Fakta Baru Satu Keluarga Tewas di Kalideres, Ditemukan Mantra Hingga Kemenyan, Diduga untuk Ritual

Kemudian, pembantu Unit-1 Reskrimum Polres Jaksel, Martin Gabe Sahata; eks Kasubnit I Unit I Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Arsyad Daiva Gunawan. Selain itu, Anggota Polri lainnya bernama Teddy Rohendi, Sullap Abo, Endra Budi Argana, dan Reinhard Reagend Mandey yang turut dihadirkan Jaksa sebagai saksi.

Dalam persidangan ini, Ridwan Soplanit sempat menyampaikan keluhannya ke Ferdy Sambo saat tengah bersaksi.

Sebab, mantan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan itu turut terkena dampak dari rangkaian kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J yang menjerat Ferdy Sambo.

Ferdy Sambo Minta Maaf ke Ridwan Soplanit karena membuatnya terdampak akibat kasus kematian Brigadir J
Ferdy Sambo Minta Maaf ke Ridwan Soplanit karena membuatnya terdampak akibat kasus kematian Brigadir J (Kolase Tribunnews/IST)

Ridwan dikenakan sanksi berupa demosi delapan tahun oleh Komisi Kode Etik Polri (KKEP) lantaran dianggap tidak profesional dalam penanganan kasus pembunuhan berencana Brigadir J.

Setelah dicopot dari posisi Kasat Reskrim, ia kini dipindahkan ke Kesatuan Pelayanan Markas (Yanma) Mabes Polri.

"Pertanyaan saya ke pak Sambo, kenapa kami harus dikorbankan dalam masalah ini?" ujar Ridwan saat persidangan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved