Berita Palembang
Harga Karet Sumsel Hari ini, Terendah Rp 7.994 Tertinggi Rp19.985 per Kg
Harga karet di Sumatera Selatan (Sumsel) untuk kadar karet kering (KKK) 100 persen hingga 40 persen kembali mengalami penurunan, Senin (21/11/2022).
Penulis: Hartati | Editor: Shinta Dwi Anggraini
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Harga karet di Sumatera Selatan (Sumsel) untuk kadar karet kering (KKK) 100 persen hingga 40 persen kembali mengalami penurunan, Senin (21/11/2022).
Penurunan harga karet terjadi secara global tak hanya di Sumsel saja.
Diketahui, turunnya harga karet juga tidak terlepas karena melemahnya nilai tukar rupiah terhadap Dollar Amerika.
Baca juga: Ada Pemutihan Pajak Kendaraan, ini Jadwal dan Lokasi Samsat Keliling di OKU Timur
Berdasarkan data Singapore Commodity yang diolah Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel bersama Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel, harga karet KKK 100 persen pada Senin (21/11/2022) dibandrol Rp19.985 per kg atau turun tipis Rp 150 dibanding harga akhir pekan kemarin, Jumat (18/11/2022) yang dibandrol Rp 20.135 per kg.
"Indikasi harga karet hari ini turun Rp 150 per kg dibandingkan indikasi karet Jumat (18/11/2022) untuk KKK 100 persen," kata Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perdagangan Sumsel, Achmad Mirza, Senin (21/11/2022).
Turunnya harga KKK 100 persen juga diikuti turunnya juga harga karet kualitas lainnya mulai dari 40-90 persen.
Harga KKK 90 persen dibandrol Rp 17.986 per kg, KKK 80 persen dibandrol harga Rp 15.988 per kg.
Baca juga: Razia Hotel Oyo di Palembang, Polda Sumsel Amankan Puluhan Muda-mudi Temukan Alat Kontrasepsi
Sedangkan untuk KKK 70 persen dibandrol Rp 13.989 per kg, KKK 60 persen diharga Rp 11.991 per kg, KKK 50 persen dibandrol harga Rp 9.992 per kg, dan KKK 40 persen dibandrol harga Rp7.994 per kg.
Menurut Mirza secara keseluruhan, ada enam faktor yang mempengaruhi harga karet di pasar internasional yaitu, nilai tukar mata uang regional terhadap dolar AS. Apabila penguatan kurs dolar AS menjatuhkan nilai tukar mata uang lain, maka akan berpengaruh terhadap harga karet.
Lalu, penggunaan karet sintetis sebagai competitor karet alam, suplay dan demand karet di pasar karet internasional, perkembangan industri otomotif dan ban. Kemudian faktor cuaca dan hama penyakit.(tnf)
Baca berita lainnya di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Harga-Karet-di-Sumsel.jpg)