Hari Guru 2022
7 Cerpen Hari Guru Nasional 2022 Menyentuh Hati dan Haru, Guru Juga Ibuku
Membuat Cerpen (cerita pendek) tak boleh ketinggalan dalam meneriahkan Hari Guru Nasional 2022, lantaran dengan membuat dan membacakan cerpen kamu dap
Penulis: Putri Kusuma Rinjani | Editor: Abu Hurairah
TRIBUNSUMSEL.COM - Dalam menyambut Hari Guru Nasional (HGN) yang akan dirayakan pada Jum'at, 25 November 2022 mendatang, kebanyakan para guru akan memberikan berbagai tugas kepada muridnya mulai dari membuat puisi, pantun, hingga cerpen.
Membuat Cerpen (cerita pendek) tak boleh ketinggalan dalam meneriahkan Hari Guru Nasional 2022, lantaran dengan membuat dan membacakan cerpen kamu dapat melontarkan sedikit perasaan kasih kepada sang Guru.
Untuk kamu yang mungkin belum tau ingin membuat cerpen yang seperti apa, berikut kumpulan cerpen yang telah Tribunsumsel.com rangkum dari berbagai sumber, dapat dijadikan referensi.
Baca juga: 12 Puisi untuk Hari Guru Nasional 2022 Bikin Terharu, Pena Sang Guru - Sang Pengabdi
CERPEN HARI GURU NASIONAL 2022
1. Mengapa Bukan Guru Saja (Ozy V. Alandika)
“Indah, coba kamu maju ke depan dan kerjakan soal berikut ini?”
“Indah kan sudah bisa, Bu. Mengapa kok Indah lagi yang maju, Bu?”
Bu Guru yang mendengar bantahan halus dari seorang siswinya itu sontak terdiam namun tetap tersenyum seraya melirik siswa lain yang kira-kira masih jarang untuk maju ke depan.
Indah memang demikian. Sebagai seorang siswi SMP kelas IX tingkahnya cukup nyeleneh. Biarpun demikian, dia bukanlah siswa yang nakal.
Remaja ini pun menghormati guru, bahkan ia selalu mendapat peringkat 7 besar selama dua tahun terakhir.
Tapi, ya, karena satu tahun terakhir dia masuk kelas unggulan, sikapnya mulai berubah dan sering menguji guru.
Tepatnya tiga bulan yang lalu, seorang mahasiswi yang sedang praktik mengajar dibikin menangis oleh Indah. Sengaja ia lemparkan soal sulit untuk menguji kemampuan guru PPL.
“Coba Faris saja ya yang membantu Ibu mengerjakan soal di papan tulis. Hitung-hitung menambah pahala ilmu. Hehe.”
Bu Guru tidak ambil pusing dengan sikap Indah. Ia tidak mau merusak konsentrasi siswa sekelas hanya gara-gara ingin memojokkan Indah seorang.
Sudah pasti nanti Indah akan ngelunjak dan emosinya makin menjulang.