Berita Palembang

LRT Palembang Disorot Komisi V DPR RI, Ini Penjelasan Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumsel

Komisi V DPR RI menyoroti LRT Sumsel atau LRT Palembang yang masih membebani negara melalui APBN.

TRIBUNSUMSEL.COM
Suasana Penumpang LRT Palembang. LRT Palembang disorot Komisi V DPR RI menyatakan masih membebani negara melalui APBN. 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati


TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Saat melakukan kunjungan kerja, Komisi V DPR RI menyorotiLRT Sumsel atau LRT Palembang yang  menyatakan  masih membebani negara melalui APBN.

Menurut Kepala Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan Dedik Tri Istiantara menambahkan, sebelum berbicara terkait income LRT, perlu ditegaskan bahwa LRT Sumatera Selatan ini merupakan bentuk implementasi sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 13 Undang-Undang Tahun 2007 tentang Perkeretapaian.

"Bahwa pembinaan Perkeretaapian dilakukan oleh Pemerintah dan Pemerintah hadir dalam rangka menunjang pemerataan, pertumbuhan, stabilitas, pendorong dan penggerak pembangunan nasional," katanya, Jumat (11/11/2022)

Menurutnya, hadirnya LRT Sumataera Selatan memberikan banyak dampak positif dan merupakan wujud dari Pemerataan Pembangunan yaitu merupakan LRT Pertama di Indonesia dan LRT Pertama di Pulau Sumatera, Mendorong perekonomian yaitu terserapnya kurang lebih 500 sampai 600 tenaga kerja untuk operasional pelayanan LRT Sumatera Selatan dan berpenghasilan tetap serta adanya UMKM yang berjualan di stasiun-stasiun LRT.

Selain itu mendorong efisiensinya mobilisasi masyarakat yaitu dari yang semula mengeluarkan sekitar Rp 50 ribu untuk PP sekarang cukup Rp 10 ribu atau Rp 20 ribu untuk PP, sehingga terdapat efisiensi biaya untuk mobilisasi sebesar Rp 30 ribu sampai dengan Rp 40 ribu Per Trip (PP).

Dimana apabila disandingkan dengan kondisi penumpang di tahun 2019 yaitu sebesar 2,6 juta penumpang maka didapatkan efisiensi mobilisasi masyakart sebesar Rp 18,8 triliun sampai Rp 25,1 triliun per tahunnya.

Sehingga apabila ingin diukur, harus juga diukur bagaimana dampak posifit dengan hadirnya LRT Sumatera Selatan ini. 

Terkait untuk meningkatkan income, adapun saat ini Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan selaku Pengelola LRT Sumatera Selatan telah melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan Income LRT antara lain:

1. Meningkatkan Ridership LRT Sumatera Selatan melalui peningkatan fasilitas dan pelayanan LRT seperti Mengadakan event-event dan lomba-lomba baik di stasiun maupun di luar stasiun dalam rangka Harhubnas, HUT LRT, maupun LRT Fest, Penyediaan Kartu Pelajar, Kartu ASN, Kartu Sahabat Disabilitas, Kartu Promo Merdeka, dan Kartu Promo Pemuda, dan Penyediaan layanan feeder LRT Musi Emas yang terkoneksi dengan Stasiun-Stasiun LRT.

2. Memanfaatkan aset LRT Sumatera Selatan melalui Kerja Sama dengan Mitra seperti dengan Grab untuk advertising di Parapet Jalur Sisi Jembatan Ampera, Selain itu, saat ini sedang dilakukan Pemilihan Mitra Kerja Sama untuk pemanfaatan aset pada Pilar, Portal, dan Stasiun LRT Sumatera Selatan dan InsyaAllah di tahun depan dapat dimanfaatkan pada aset tersebut seperti untuk media promosi atau advertising.
 

 

LRT Palembang Masih Membebani APBN

 

Sejak beroperasi 1 Agustus 2018 lalu dan menelan dana pembangunan sekitar Rp 12,5 triliun, nyatanya Light Rail Transit (LRT) Palembang hingga saat ini, masih membebani negara melalui APBN. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved