Berita Muratara

Tiga Kelompok Warga yang Tak Diinginkan Bupati Muratara, Bila Ada Segera Lapor ke Kades

Bupati Musi Rawas Utara (Muratara), Devi Suhartoni mengatakan ada tiga kelompok warga yang tidak diinginkannya ada di daerah ini. 

TRIBUNSUMSEL.COM/RAHMAT
Bupati Muratara Devi Suhartoni saat menyerahkan bantuan secara simbolis kepada korban kebakaran, Senin (17/10/2022). 

Laporan Wartawan TribunSumsel.com, Rahmat Aizullah 

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Bupati Musi Rawas Utara (Muratara), Devi Suhartoni mengatakan ada tiga kelompok warga yang tidak diinginkannya ada di daerah ini. 

Ketiga kelompok warga yang tak diinginkannya tersebut yakni orang sakit tidak bisa berobat, orang kelaparan tidak ada makanan, dan anak yang tidak sekolah.

"Jangan ada yang sakit tidak berobat, jangan ada yang kelaparan, jangan ada anak yang tidak sekolah," kata Devi Suhartoni saat menyerahkan bantuan sosial di depan kantornya, Senin (17/10/2022). 

Devi mengatakan sudah meminta jajarannya mulai dari Kepala OPD, hingga camat dan kades/lurah agar turun ke lapangan untuk melihat adakah tiga kelompok warga yang tidak diinginkannya itu.

"Saya sudah minta kepala OPD, Camat, Kades, Lurah, turun ke lapangan. Kepada masyarakat juga jangan sungkan-sungkan untuk melapor, memberitahu, laporkan ke kades atau lurah, biar disampaikan kepada kami," katanya. 

Devi mengatakan, Pemkab Muratara baru saja memberikan bantuan uang untuk berobat kepada 10 orang yang mengidap berbagai macam penyakit. 

"Uang yang kita bantu untuk biaya kebutuhannya selama berobat, untuk berobat, BPJS mereka sudah diurus Dinas Sosial," kata Devi. 

Dia menegaskan sangat memperhatikan kesehatan masyarakatnya melalui Universal Health Coverage (UHC) tahun 2022, dimana seluruh warga Muratara mengikuti kepesertaan BPJS Kesehatan tanpa terkecuali. 

"Kini warga yang mau berobat cukup bawa KTP saja, mereka semua sudah menjadi keanggotaan BPJS Kesehatan," ujar Devi. 

Dia menambahkan, melalui Dinas Sosial kali ini menyalurkan beberapa bantuan sosial seperti untuk korban kebakaran, orang sakit ingin berobat, hingga penyandang disabilitas. 

Diakui Devi, bantuan tersebut sebenarnya sudah terlambat untuk disalurkan, namun kendalanya ada pada aturan penyaluran keuangan daerah. 

"Bantuan ini sebenarnya sudah telat, bukan dimaksud dengan hal lain, tapi aturan kenegaraan, sistem keuangan negara memang muter-muter," katanya.

Baca juga: Lowongan Kerja Muratara 2022, RSUD Membutuhkan Lulusan SMK Tata Boga

 Kepala Dinas Sosial Kabupaten Muratara, Erdius Lantang mengungkapkan bantuan yang disalurkan kali ini antara lain untuk korban kebakaran dan terdampak. 

Kemudian bantuan untuk berobat warga sakit parah, bantuan sembako untuk Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA), serta bantuan alat bantu bagi penyandang disabilitas. 

"Korban kebakaran dan terdampak ada 7 orang, bantuan berobat untuk 10 orang, bantuan sembako untuk dua LKSA, sama bantuan kursi roda dan kaki palsu untuk dua penyandang disabilitas," kata Erdius Lantang.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved