Harga Sawit Palembang

Harga Sawit Palembang: Replanting Sawit OKI 6.954 Hektare, Ini Syarat Peremajaan Sawit Rakyat 2022

Harga sawit Palembang, program replanting sawit OKI ini yang mencapai 6.954 hektare menjadi paling luas di Provinsi Sumatra Selatan.

Penulis: Winando Davinchi | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/WINANDO DAVINCHI
Harga sawit Palembang, program replanting sawit OKI ini yang mencapai 6.954 hektare menjadi paling luas di Provinsi Sumatra Selatan. Hal ini diungkapkan Kepala Disbunnak OKI, Ir Imlan Khairum, MSi. 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG - Harga sawit Palembang, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir pada tahun 2022 ini ditargetkan melalukan replanting sawit atau Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) 2022 seluas 5.000 hektare (Ha).

Program replanting sawit di Kabupaten OKI ini yang mencapai 6.954 hektare menjadi yang paling luas di seluruh wilayah di Provinsi Sumatra Selatan.

Replanting sawit ini dilakukan untuk meningkatkan produktivitas tanaman perkebunan kelapa sawit, dengan menjaga luasan lahan, agar perkebunan kelapa sawit dapat dimanfaatkan secara optimal.

Dikatakan Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) OKI, Ir. Imlan Khairum, M.Si bahwa peremajaan Kelapa Sawit merupakan program strategis nasional yang terbagi menjadi wilayah barat dan timur.

"Terget yang diberikan Direktorat Jenderal perkebunan yaitu 5.000 hektar. Sedangkan kemarin kita sudah melaksanakan verifikasi terhadap 5 KUD (Koperasi Unit Desa) dengan luas lahan sawit mencapai 6.954 hektar,"  katanya saat ditemui awak media, Jum'at (14/10/2022) siang.

"Jadi artinya Kabupaten OKI telah over target untuk program PSR di tahun 2022," ujarnya lebih lanjut. 

Baca juga: Bupati Panca Tinjau Sejumlah TPS, Hasil Rekapitulasi Pilkades Ogan Ilir 2022 Diumumkan 17 Oktober

Dijelaskan program peremajaan dikhususkan bagi pohon sawit yang sudah berumur 25 – 30 tahun dan telah mengalami penurunan produktivitas.

"Peremajaan kebun sawit salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mewujudkan keberlanjutan di industri sawit, sekaligus meningkatkan hasil kebun dan kualitas buah sawit tanpa membuka lahan baru," ujarnya.

"Peremajaan sangat dianjurkan untuk dilakukan pada perkebunan kelapa sawit yang telah mencapai usia puncak, yaitu sekitar 25 tahun," tambah Imlan.

Terpisah, Wakil Bupati OKI, HM Dja’far Shodiq sangat mendukung dan mengapresiasi atas kinerja yang telah melampaui target replanting di tahun 2022.

"Apalagi program peremajaan sawit ini penting bukan hanya untuk kesejahteraan petani akan tetapi juga membuat daya saing sawit makin tinggi, menopang hilirisasi sawit, serta berkontribusi pada pembangunan ekonomi bagi Ogan Komering Ilir," ujar Wabup.

Diharapkan agar para peserta program peremajaan kelapa sawit dapat mengisi masa-masa peremajaan melalui UMKM ataupun sinergitas usaha dengan kelembagaan pemerintah, swasta, maupun perbankan.

"Dari mulai tanam hingga berbuah diperkirakan membutuhkan waktu 4 – 5 tahun. Jadi sembari menunggu para petani dihimbau untuk sementara mencari usaha sambilan ataupun bisa meminjam uang melalui perbankan yang ada," tukasnya.

Baca berita lainnya langsung dari google news

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved