Berita Muratara

Banyak Kerugian Saat Terekam Kamera ETLE, Polisi Minta Warga Balik Nama Kendaraan

ETLE di Muratara. Polisi meminta warga di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) untuk segara balik nama kendaraan.

TRIBUNSUMSEL.COM/RAHMAT
Kamera ETLE yang dipasang di Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Muara Rupit, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara. 

Laporan Wartawan TribunSumsel.com, Rahmat Aizullah 


TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Polisi meminta warga di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) untuk segara balik nama kendaraan. 

Menurut polisi, ada banyak kerugian yang bakal didapati pemilik kendaraan bila belum balik nama. 

"Pesan kami kepada masyarakat segera balik nama kendaraan, banyak sekali kerugiannya," kata Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Sumsel, AKBP Erwin Aras Genda. 

Erwin yang juga selaku Kalakhar Satgas E Tilang Ditlantas Polda Sumsel menerangkan penerapan kamera ETLE di daerah ini akan segera dilaksanakan. 

Saat ini, kata dia, memang masih dalam tahapan percobaan, namun masyarakat diminta untuk segara tertib berlalu lintas dari sekarang. 

"Ketika ada pelanggaran ETLE konsepnya adalah yang tertangkap kamera pelanggarannya, surat tilangnya dikirim ke alamat STNK," katanya. 

Lanjut Erwin, surat tilang tersebut memiliki durasi waktu tujuh hari, dan bila tidak ada konfirmasi maka hari kedelapan akan diblokir oleh sistem. 

Masalahnya nanti akan muncul saat membayar pajak, karena pemilik kendaraan akan kesusahan dan tentu banyak mengeluarkan biaya akibat tak segara balik nama. 

"Yang jadi masalah kalau belum balik nama, ketika berapa kali tertangkap kamera, misalnya sehari lima kali, kalikan 30 hari, berarti 150 pelanggaran, kalau 100 ribu satu kali pelanggaran berarti sudah 15 juta, sebulan," katanya. 

Erwin menerangkan, kamera ETLE pada prinsipnya memang menangkap nomor plat kendaraan, namun kini sudah dikembangkan untuk mendeteksi wajah pengendara sehingga tetap terdeteksi.

"Di Linggau misalnya ada kasus pencurian ATM, dia pakai kendaraan nomor polisinya palsu, tapi wajahnya terdeteksi, selama kita pernah merekam KTP wajah kita, maka data kita akan muncul," ujarnya.

Dia menambahkan, kamera ETLE yang dipasang di wilayah Kabupaten Muratara memang baru satu titik, namun masyarakat jangan anggap remeh.

"Kamera ETLE yang dipasang itu statis, ada ETLE mobil, ada ETLE dinamis yang melekat di petugas, jadi jangan anggapannya ETLE itu hanya ada di satu titik saja, tapi ada ETLE mobil bergerak," katanya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved