Berita Muratara

Panitia Pilkades Desa Terusan Muratara Dipolisikan, Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan

anitia pilkades Desa Terusan, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), dilaporkan ke polisi.

TRIBUNSUMSEL.COM/RAHMAT
Dua pelapor, Redika dan Purbara Parma menunjukkan bukti laporan pengaduan mereka di Polres Muratara, Sabtu (8/10/2022) malam. Keduanya melaporkan dugaan pemalsuan tanda tangan. 

Laporan Wartawan TribunSumsel.com, Rahmat Aizullah

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Panitia pilkades Desa Terusan, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), dilaporkan ke polisi.

Laporan yang dibuat di Polres Muratara tersebut atas kasus dugaan pemalsuan tanda tangan.

Panitia pilkades Desa Terusan dilaporkan oleh dua orang, yakni Redika (34) dan Purbara Parma (32), keduanya warga Desa Terusan.

"Kami membuat laporan tadi malam (Sabtu, 8/10/2022), kami melapor karena tanda tangan kami dipalsukan," kata Redika didampingi Purbara Parma pada TribunSumsel.com, Minggu (9/10/2022).

Pelapor Redika merupakan saksi calon kades nomor urut 5 pada pilkades Desa Terusan bernama Rafiqa Adri.

Sementara Purbara Parma adalah salah satu anggota panitia pilkades Desa Terusan itu sendiri yang juga mengaku tanda tangannya dipalsukan.

Pelapor Redika mengungkapkan setelah penghitungan suara pada hari pencoblosan tanggal 22 September 2022 lalu sekira 21.00 WIB di balai desa setempat, dirinya menandatangani C1 salinan hasil penghitungan suara di TPS 7.

Namun demikian, kata Redika, dia tidak merasa membubuhkan tanda tangan di berita acara penghitungan suara pilkades Desa Terusan. 

"Kalau C1 salinan saya tanda tangan, tapi kalau di berita acara penghitungan suara saya tidak pernah tanda tangan," katanya.

Redika mengaku enggan menandatangani berita acara tersebut karena merasa keberatan atas proses penghitungan suara pilkades Desa Terusan di TPS 7 lantaran dinilai ada pelanggaran.

Atas keberatan tersebut, dia memilih untuk tidak menandatangani berita acara hasil daripada penghitungan suara di TPS 7.

"Tetapi pada tanggal 6 Oktober tadi, saya melihat di fotokopi berita acara dikasih tahu Emil ternyata ada tanda tangan saya, artinya tanda tangan saya dipalsukan. Pelakunya saya tidak tahu, yang jelas dugaannya ya seluruh panitia," kata Redika.

Pelapor lainnya, Purbara Parma yang kebetulan salah satu anggota panitia pilkades Desa Terusan itu sendiri juga mengaku tanda tangannya dipalsukan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved