Harga Sawit Palembang

Harga Sawit Palembang: Harga TBS Sawit di OKI Berangsur Naik, Update Hari Ini Naik Rp 150 per Kg

Harga sawit Palembang, harga tandan buah segar TBS sawit di OKI di tingkat petani mandiri berangsur naik. Update hari ini naik Rp 150 per kg.

Penulis: Winando Davinchi | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/WINANDO DAVINCHI
Harga sawit Palembang, harga tandan buah segar TBS sawit di OKI di tingkat petani mandiri berangsur naik. Update hari ini naik Rp 150 per kg. 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG - Harga sawit Palembang, harga tandan buah segar TBS sawit di OKI di tingkat petani mandiri di Kabupaten Ogan Komering Ilir mulai berangsur-angsur naik setiap pekannya.

Menurut salah satu petani sawit mandiri, Kowi, harga sawit harga TBS sawit di OKI naik sebesar Rp 150 per kilogram, Jumat (7/10/2022) siang.

Sebelumnya harga sawit Palembang, harga beli TBS di OKI tingkat pengepul berkisaran Rp 1.450 dan sekarang naik menjadi Rp 1.600 per kilogramnya.

"Lumayan ada kenaikan terus setiap kali menjual. Walaupun tidak signifikan tetapi masih bagus tidak turun," tuturnya saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Diharapkan agar kenaikan terus konsisten. Karena tidak sebanding dengan biaya operasional yang dikeluarkan petani termasuk juga harga pupuk yang cukup mahal.

"Saya berharap harga TBS terus mengalami kenaikan hingga pada harga tertinggi mencapai Rp 2.500 lebih per kilogram seperti awal tahun sebelumnya," kata Kowi.

Baca juga: Aksi Pencurian Sepeda Motor di Masjid Palembang Terekam CCTV, Beraksi Saat Jemaah Sholat Subuh

Berdasarkan rilis resmi dari Provinsi Sumatera Selatan pada periode ke 2 September 2022 lalu, harga TBS di pabrik untuk usia tanam 10 - 20 tahun berkisar Rp 2.375,11.

Berikut harga TBS sawit yang dilansir dari Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan.

Tanaman usia 3 tahun Rp 2.063,78
Usia 4 tahun Rp 2.118,99
Usia 5 tahun Rp 2.169,39
Usia 6 tahun Rp 2.214,01
Usia 7 tahun Rp 2.254,01
Usia 8 tahun Rp 2.290,35
Usia 9 tahun Rp 2.321,12
Usia 10 - 20 tahun Rp 2.375,11
Usia 21 tahun Rp 2.342,99
Usia 22 tahun Rp Rp 2.315,88
Usia 23 tahun Rp 2.283,78
Usia 24 tahun Rp 2.247,25
Usia 25 tahun Rp 2.158,76

Harga CPO Rp 10.562,01
Harga inti Rp 6.383,70
Indeks K 90,84 persen

Cara Mencegah Penyakit Akar Busuk Sawit

Petani kelapa sawit jangan pernah sesumbar bahwa tanamannya tidak mungkin diserang penyakit.

Pasalnya, tanaman sawit ternyata bisa terserang beberapa jenis penyakit yang tidak bisa dianggap remeh.

Pada umumnya, penyakit kelapa sawit bisa menyerang pada seluruh bagian tanaman, mulai dari akar, batang, hingga pucuk tanaman.

"Misalnya pada bagian akar, biasanya ada penyakit yang menyebabkan akar sawit menjadi busuk," kata Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Ade Meiri Siswani, Jumat (2/9/2022).

Ia menjelaskan, penyakit akar busuk disebabkan oleh cendawan atau jamur.

Cendawan menyerang sistem perakaran tanaman sawit yang berada dalam tanah.

Akibatnya tanaman sawit mengalami pertumbuhan yang tidak normal dan lama-lama bisa mati.

"Kalau akar tanaman sawitnya terinfeksi, membusuk, rusak, tentu fungsi akar sebagai penyerap nutrisi dan air otomatis terhenti," katanya.

Ade mengungkapkan, gejala yang terlihat pada tanaman yang terinfeksi penyakit tersebut biasanya pertumbuhannya tidak normal.

Tanaman sawit menjadi kerdil, lemah, hingga daunnya berubah warna dari hijau menjadi kuning.

"Penyakit ini bisa menyerang mulai dari pembibitan, tanaman muda, sampai dewasa," katanya.

Ade menambahkan, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan oleh petani untuk mencegah penyakit akar busuk pada tanaman sawit.

Pertama, dengan melakukan budidaya yang baik dan benar sesuai dengan prosedur budidaya yang dianjurkan.

Menurut Ade, langkah yang paling efektif untuk mencegah penyakit akar busuk sebaiknya dilakukan sejak pemilihan bibit dan persemaian.

"Pemilihan benih sebaiknya menggunakan dari varietas bersertifikat yang sudah teruji kualitasnya," katanya.

Kedua, lanjut Ade, dalam proses penyemaian dianjurkan menggunakan media semai yang baik dan tidak terinfeksi jamur.

Untuk mencegah perkembangbiakan jamur caranya dengan mengkondisikan media semai pada pH yang ideal.

"Lakukanlah penyemaian dengan baik dan benar, medianya, pH-nya juga perhatian, harus ideal, agar bibit sehat dan kuat," katanya.

Selain itu, kata Ade, selama pembibitan dianjurkan memasang naungan pada bibit terutama di musim kemarau.

Begitu pula dalam pemberian air mesti cukup dan tidak berlebihan.

"Jangan lupa juga mengaplikasikan fungisida sejak dini untuk pencegahan penyakit akar busuk," ujarnya.

Baca berita lainnya langsung dari google news

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved