Berita Palembang

Profil Direktur Utama RSMH Palembang yang Baru dr Siti Khalimah

Profil Direktur Utama (Dirut)  RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang atau  RSMH Palembang  dr Siti Khalimah, Sp.KJ, MARS

TRIBUNSUMSEL.COM/LINDA
Direktur Utama RSMH Palembang dr. Siti Khalimah, Sp.KJ, MARS saat diwawancarai di RSMH Palembang, Kamis (6/10/2022). 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG- Profil Direktur Utama (Dirut)  RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang atau  RSMH Palembang  dr Siti Khalimah, Sp.KJ, MARS.

"Saya baru satu bulan jadi Dirut RSMH Palembang, sebelumnya saya jadi Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kemenkes RI," kata dr. Siti Khalimah saat diwawancarai di RSMH Palembang, Kamis (6/10/2022).

Dokter Siti Khalimah menceritakan, cita-citanya dari awal ingin bekerja di bidang kesehatan jiwa.

Tertarik ingin mengetahui alasan seseorang melakukan sesuatu, kenapa sih seseorang ini kok memilih ini dan seperti ini.

"Kemudian ingin membantu psikologis orang soal kejiwaan. Awalnya pengen masuk psikologi, tapi adanya di Yogjakarta dan pada zaman itu belum familiar transfer mentransfer uang. Maka orang tua menyarankan masuk dokter dulu aja," kata wanita yang lahir di Pati, Jawa Tengah.

Menurutnya, setelah lulus kedokter ambil spesialis psikiater seperti cita-cita awal. Teman-teman banyak heran, kenapa spesial psikiater! Kalau pasien sakit jiwa kan sulit. 

"Saya merasa itu panggilan hidup. Untuk itu di RSMH Palembang ini kesehatan jiwa akan jadi prioritas saya. Saya ingin di RSMH ituada psikiater, perawat, dan ruang rawat inap pasien jiwa, kata Alumni Universitas Diponegoro 

Menurut wanita yang juga Alumni Kedokteran UI, saat ini di RSMH Palembang belum punya psikiater, perawat khusus untuk pasien jiwa termasuk  ruang inap pasien dengan gangguan jiwa.

Untuk itu ia akan memperjuangkan untuk segera ada.

"Sebenarnya masalah kesehatan jiwa itu global priority, tapi di Indonesia program kesehatan jiwa belum optimal. Karena stigma dimasyarakat masih sangat tinggi terhadap kesehatan jiwa," ungkapnya 

Menurutnya, 1-5 orang mengalami ganguan cemas tapi yang berobat hanya 10 persennya saja yang mau berobat.

Kebanyakan yang berobat menyampaikan keluhan fisik, misal sakit kepala, susah tidur dan lain-lain. 

Padahal ketika di dalami ada kaitannya dengan psikologis, misal karena abis cerai jadi pusing dan lain-lain.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved