Berita Palembang

Banjir di Palembang, Berikut Penjelasan Walikota Harnojoyo

Walikota Palembang Harnojoyo menanggapi soal banjir di Palembang pasca hujan deras Selasa (4/10/2022)

TRIBUNSUMSEL.COM/WIDYA TRI SANTI
Kolase Tribunsumsel.com. Walikota Palembang H Harnojoyo dan Titik lokasi banjir di jalan Angkatan 45 kota Palembang tepat di depan Palembang Icon, Selasa (4/10/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG- Banjir kembali merendam sejumlah jalan protokol kota Palembang pasca hujan, Selasa (4/10/2022) sore.

Pantauan Tribunsumsel.com, banjir di Palembang terlihat dari sejumlah jalan protokol misalnya Jalan Rivai, Jalan  Kol. H. Burlian Palembang, Jalan Angkatan 45 dan simpang polda Sumsel

Menanggapi banjir Kota Palembang, Wali Kota Palembang H Harnojoyo mengatakan intensitas hujan lebat menyelimuti hampir seluruh wilayah Kota Palembang.

Harnojoyo menghimbau kepada masyarakat Palembang antisipasi banjir dan menekankan untuk menjaga lingkungan kota Palembang.

"Terutama saluran tersier yang menghubungkan dengan saluran sekunder maupun primer untuk jangan sampai tidak peduli dengan lingkungan kita sendiri yang berkaitan dengan sedimen sampah," kata H Harnojoyo saat di konfirmasi dalam menghadiri upacara HUT TNI di pelataran BKB Palembang, Rabu (5/10/2022)

Ia juga menambahkan untuk menanggulangi banjir Pemerintah sudah melakukan beberapa langkah seperti gotong royong yang dilakukan setiap hari Minggu.

"Saya kira jika kegiatan ini dibudayakan ditengah-tengah masyarakat inilah salah satunya cara untuk mengurangi genangan air di kota Palembang," katanya.

Genangan air kemarin diakibatkan karena curah hujan yang lebat, yang dimana kota Palembang adalah topografi daerah dataran rendah di hilirnya sungai musi yang terhubung muara nya sampai di Bengkulu.

"Jadi jika sungai nya waktu pasang, hujan turun tidak hanya di kota Palembang, ada 9 batang hari yang mengalir di sungai musi," ucapnya.

Ia juga menambahkan untuk optimalisasi Sekip Bendung sekarang sedang di perbaiki untuk suplai debit air yang tidak sesuai kapasitas pompa yang tersedia.

"Artinya lebih besar kapasitas air daripada pompa, ini karena terjadi sedimentasi di sungai Bendung," ujarnya.

Sementara itu, Kabid Sumber Daya Air (SDA) PUPR Kota Palembang Marlina Sylvia mengatakan, telah melakukan pengerukan terhadap sedimentasi di anak sungai dan saluran drainase di lingkungan kota Palembang.

“Di jauh-jauh hari sebelum memasuki musim identitas curah hujan tinggi, kami dari PU telah melakukan pengerukan sedimen pada saluran maupun anak sungai," katanya saat dijumpai di dalam ruangannya.

Selain itu, pihaknya telah melakukan di beberapa titik untuk pembongkaran pada bangunan yang mengganggu aliran air.

“Seperti kawasan Sekip Bendung, daerah Sungai Buah dan sebagian yang lain sudah kami lakukan pembongkaran bangunan yang mengganggu aliran air,” ujarnya

Baca juga: Modus Spesialis Pencuri Minimarket Beraksi di Palembang Hingga Lubuklinggau, Naik Avanza

Kendati demikian, ia meminta juga kepada masyarakat untuk saling mengkoreksi masing-masing, dan mengingat kepada tetangga untuk tidak membangun bangunan di atas drainase atau di atas badan sungai.

“Intinya kita tidak boleh tamak, kita harus sadar pada dampak lingkungan jika saluran air tertutupi sampah dan bangunan dapat merugikan banyak orang seperti banjir,” ujarnya.

Marlina juga menyebutkan jika masyarakat menemukan bangunan yang mengganggu aliran air, segera melaporkan ke kantor PUPR kota Palembang.

"Segera melapor ke kami, dan kami akan langsung menindak lanjuti. Agar aliran sungai bisa mengalir secara lancar dan bisa mengurangi genangan banjir di kota Palembang," tutupnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved