Berita Palembang

Istri Askolani Bupati Banyuasin Akan Laporkan Suami ke Polisi, Dugaan Tindak Pidana Data Palsu

Istri Bupati Banyuasin Askolani berencana akan melaporkan suami ke polisi. Askolani akan dilaporkan terkait dugaan tindak pidana data palsu.

KOLASE TRIBUN SUMSEL
Istri Bupati Banyuasin Askolani berencana akan melaporkan suami ke polisi. Askolani akan dilaporkan terkait dugaan tindak pidana data palsu, Jumat (30/9/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Istri Bupati Banyuasin Askolani berencana akan melaporkan suami ke polisi.

Istri Bupati Banyuasin Askolani, dokter Sri Fitriyanti melalui kuasa hukumnya mendatangi SPKT Polda Sumsel guna membuat laporan, Jumat (30/9/2022).

Mora, kuasa hukum dokter Sri Fitriyanti istri Bupati Banyuasin Askolani mengatakan, Askolani akan dilaporkan terkait dugaan tindak pidana data palsu saat Askolani menikahi Fitri pada 2019 silam.

Mereka menilai, Askolani sudah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 266 KUHPidana.

"Nah ada data palsu atau keterangan palsu yang digunakan berkenaan pernikahan antara klien kami dengan terlapor. Adanya penggunaan data yang tidak sesuai sebagaimana dengan yang kita lihat dengan data yang lain," ujarnya, Jumat (30/92022).

Akan tetapi meski istri Bupati Banyuasin Askolani sudah membulatkan tekad untuk melaporkan suaminya, namun niat tersebut belum bisa terlaksana.

Baca juga: Tarif Kapal Penyeberangan TAA Palembang-Tanjung Kalian Bangka Terbaru, Berlaku Mulai Besok 1 Oktober

Sebab kedatangan tim kuasa hukumnya masih tahap konsultasi kepada penyidik, belum sampai ke ranah laporan kepolisian.

"Buat laporannya (LP) ditunda dulu. Hari ini kita baru konseling," ucapnya.

Bupati Banyuasin Askolani dan dr Sri Fitriyanti menikah tahun 2019 lalu.
Bupati Banyuasin Askolani dan dr Sri Fitriyanti menikah tahun 2019 lalu. (DOK TRIBUN SUMSEL)

Tim kuasa hukum Sri Fitriyanti juga masih mengumpulkan alat bukti guna memperkuat laporan.

Setelah ada perkembangan yang matang maka dalam waktu dekat pihaknya akan segera membuat laporan resmi.

"Ditunda dulu, butuh pematangan karena ada perkembangan lain. Saat ini masih ada penundaan kelengkapan, salah satunya kelengkapan yang harus kita lengkapi," ucapnya.

Baca berita lainnya langsung dari google news

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved