Berita MUBA

Baru Divonis Kasus Pembunuhan, Sukri Mantan Kades di MUBA Terjerat Kasus Korupsi Dana Desa

Baru Divonis Kasus Pembunuhan, Sukri (44) mantan Kades Desa Tampang Baru, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Muba harus kembali berurusan dengan hukum

SRIPOKU/FAJERI
Sukri , Mantan Kepala Desa Tampang Baru Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Muba ketika diamankan di Polres Muba 

TRIBUNSUMSEL.COM, SEKAYU- Usai mendapatkan vonis kasus pembunuhan,  Sukri (44) mantan Kades Desa Tampang Baru, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Muba harus kembali berurusan dengan hukum.

Kini mantan kades di MUBA ini kembali terjerat kasus tindak pidana korupsi  penggunaan anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2014.

Kapolres Muba AKBP Siswandi, SIK didampingi Kasi Humas AKP Susianto, Kasat Reskrim AKP Dwi Rio Andrian, SIK, mengatakan mantan Kades periode 2009-2015 itu terjerat kasus korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) tahun Anggaran 2014 senilai Rp 1.129.047.400, -.

Kasus korupsi dana desa yang menjerat ukri (44) mantan Kades Desa Tampang Baru dilaporkan pada tahun 2016 yang lalu. 

“Ya, pada tahun 2014 silam mantan Kades ini mencairkan ADD di Desa Tampang  Baru dengan nominal Rp1 Milyar lebih. Dimana dalam penggunaan dananya yang seharusnya untuk operasional belanja fisik konstruksi, tidak sesuai dengan daftar usulan rencana pembangunan program ADD. Sehingga menimbulkan kerugian negara mencapai Rp 233 juta, " Kata Siswandi, Kamis (29/9/2022).

Lanjutnya, hari ini penyidik juga telah menyelesaikan kasusnya dan telah P22.

"Hari ini sudah P22, tersangka dan barang bukti akan kita serahkan ke JPU, " ungkapnya.

Kasus tindak pidana korupsi ini butuh waktu dan proses panjang dalam pengungkapan.

Karena dugaan korupsi ini terjadi 8 tahun yang lalu. 

“Alhamdulilah hari ini kasusnya bisa kita tuntaskan. Tersangka ini juga telah dihukum atas kasus pembunuhan dan telah divonis 9 tahun penjara,”ujarnya.

Atas perbuatanya tersangka akan dijerat dengan pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 subsider pasal 3 jo pasal 18 lebih subsider pasal 8 jo pasal 18 lebih subsider pasal 9 jo pasal 18 UU RI No 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

 "Dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda 200 juta hingga 1 Milyar, "jelasnya. 

Baca juga: Lantik Pengkab Pordasi Muba, Herman Deru Minta Gali Potensi Atlet Berkuda di Daerah

Sementara itu, Sukri mengaku dan bertanggung jawab untuk kegiatan menggunakan dana ADD itu. 

"Ya, aku selaku Kepala Desa Tampang Baru pada saat itu. Saya kooperatif dan siap untuk bertanggung jawab dalam kasus ini, "ujarnya.(SP/FAJERI)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved