Berita Palembang

Kasasi Dua Terdakwa Kasus Masjid Sriwijaya Palembang Ditolak Mahkamah Agung

Kasasi dua terdakwa kasus korupsi masjid raya sriwijaya Jakabaring Palembang, Eddy Hermanto dan Syarifudin ditolak  Mahkamah Agung

TRIBUNSUMSEL.COM
Ilustrasi Palu Hakim. Kasasi Dua Terdakwa Kasus Masjid Sriwijaya Palembang Ditolak Mahkamah Agung 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Mahkamah Agung menolak permohonan kasasi yang diajukan dua terdakwa kasus korupsi pembangunan masjid raya sriwijaya Jakabaring Palembang, Eddy Hermanto dan Syarifudin. 

Sebelumnya kedua terdakwa Kasus Masjid Sriwijaya Palembang itu sudah mendapat potongan hukuman sebanyak 4 penjara setelah mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Palembang. 

Namun karena tidak puas, Eddy Hermanto dan Syarifudin melalui kuasa hukumnya kemudian mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung dan berharap bisa kembali mendapat keringanan hukuman. 

"Iya benar, kami telah menerima putusan kasasi dari Mahkamah Agung atas nama terdakwa Eddy Hermanto dan Syarifudin, amar putusannya sudah tertuang di laman SIPP PN Palembang," ujar Juru bicara Pengadilan Negeri Palembang, Sahlan Effendi saat dikonfirmasi, Minggu (25/9/2022).

Dilansir dari situs resmi Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Palembang, majelis hakim Mahkamah Agung yang diketuai  H. Eddy Army SH MH menolak permohonan kasasi yang diajukan  Eddy Hermanto dan Syarifudin. 

Adapun isi petikan putusan tersebut yakni : 

"Mengadili, menolak permohonan kasasi dari pemohon kasasi II Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Palembang dan pemohon kasasi I terdakwa I Ir. H. Eddy Hermanto SH MM dan terdakwa II Ir H Syarifudin M.F. Membebankan kepada para terdakwa untuk membayar biaya perkara pada tingkat kasasi masing-masing sebesar Rp.2.500.00 (dua ribu lima ratus rupiah)," bunyi petikan tersebut. 

Sementara itu, kuasa hukum terdakwa Eddy Hermanto, Nurmalah SH MH mengatakan, pihaknya sudah menerima rilis atas putusan akhir dari Mahkamah Agung.

"Dengan ditolaknya permohonan kasasi itu, artinya Mahkamah Agung memperkuat putusan banding Pengadilan Tinggi Palembang," ujarnya.

Pernyataan serupa juga disampaikan  Kasi Penuntutan Bidang Pidsus Kejati Sumsel Naimullah SH MH melalui Kasi Penkum, Moch Radyan SH MH. 

"Iya benar putusan kasasi Mahkamah Agung memperkuat putusan banding majelis hakim Pengadilan Tinggi Palembang. Artinya ini putusan akhir dan telah incrach (berkekuatan hukum tetap)," ujarnya.

Untuk diketahui, Eddy Hermanto dan Syarifudin sebelumnya masing-masing mendapat vonis hukuman 12 tahun penjara denda 500 juta subsider 4 bulan oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Palembang. 

Atas putusan tersebut, keduanya lalu mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Palembang.

Upaya tersebut membuahkan hasil sebab mereka mendapat keringanan hukuman masing-masing selama 4 tahun penjara. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved