Berita Banyuasin

Tarif Angdes Palembang- Pangkalan Balai Rp 13 Ribu, Sopir Keluhkan Lama Isi BBM

Tarif baru angkutan desa dari KM 12 Palembang ke Pangkalan Balai Banyuasinatau sebaliknya sudah mulai digunakan para sopir.

Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/ARDIANSYAH
Angdes Pangkalan Balai Banyuasin ke KM 12 Palembang menunggu penumpang, Kamis (22/9/2022) 

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN -Tarif baru angkutan desa dari KM 12 ke Pangkalan Balai atau sebaliknya sudah mulai digunakan para sopir.

Para sopir angkutan desa mengungkapkan, mereka mulai memberlakukan tarif baru ini beberapa hari lalu. Terlebih, setelah ada kesepakatan antara organda dan Dishub Banyuasin.

Sopir angdes Pangkalan Balai KM 12, Hendra yang ditemui di KM 12 memgungkapkan mereka sudah mulai menggunakan tarif baru sesuai kesepakatan.

"Karena tidak ada kembaliannya, jadi biasanya penumpang langsung kasih Rp 13 ribu. Kalau tarifnya memang Rp 12.850, tapi kami tidak memaksa minta Rp 13 ribu," katanya.

Terkadang juga, lanjut Hendra bila ada juga penumpang yang memberi ongkos Rp 12 ribu. Hal itu tidak dipermasalahkan mereka. Akan tetapi, kebanyak dari penumpang memang memberikan uang pas yakni Rp 13 ribu.

Meski awalnya mereka berharap tarif angdes Rp 15 ribu, namun ditetapkan Rp 12.850 tidak menjadi masalah. Setidaknya, para sopir angdes ini bisa mendapatkan uang untuk dibawa pulang.

"Sekarang ini yang jadi permasalahan, antre minyak sampai 2 jam. Kapan lagi kami mau narik, kalau antre saja sudah lama. Minyak murah antre, minyak naik masih antre," pungkasnya.

Baca juga: Harga Sawit Palembang: Harga Sawit Banyuasin Hari Ini Rp 1.150 per Kg, Petani Anggap Beban

Sedangkan Indri penumpang yang akan pulang ke Pangkalan Balai mengaku, sudah mengetahui bila tarif angdes naik.

Sehingga, dirinya juga tidak terkejut lagi dengan kenaikan tarif angdes.

"Sudah baca di Tribun juga, kalau tarif angdes naik. Wajar kalau naik, karena minyak naik. Sekarang ini, minyak naik juga berdampak sama yang lain. Saya karyawan swasta, gaji saja belum naik. Harusnya pemerintah juga dipikirkan nasib seperti saya ini karyawan swasta," katanya.  

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved