Berita OKU Selatan

Kebun Ditawar 1,6 Miliar Tak Dilepas, Cerita Petani Jeruk BW di OKU Selatan

Liang Wahyudi salah seorang pengusaha ini tergerak untuk membuka perkebunan jeruk manis BW di OKU selatan.

SRIPOKU/ALAN
Petani Jeruk Manis : Liang Wahyudi salah seorang pengusaha ini tergerak untuk membuka perkebunan jeruk manis BW di Muaradua Kabupaten OKU Selata. Jumat (16/9/0222). 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARADUA--Berangkat dari kebiasaanya gemar mengkonsumsi buah jeruk manis, Liang Wahyudi salah seorang pengusaha ini tergerak untuk membuka perkebunan jeruk manis BW. 

Dengan memanfaatkan lahan kosong sebelumnya kebun karet yang sudah tak produktif kini disulapnya menjadi perkebunan jeruk manis. 

"Sebenarnya simpel, awalnya karena biasa setiap hari beli jeruk manis untuk di konsumsi. Setiap beberapa hari bisa beli jeruk manis ini 3 kg dengan harga Rp 20 ribu. Dari kebiasaan itu lah, terfikir kenapa tidak tanam sendiri,"katanya dibincangi, Jumat (16/9/2022).

Dari keinginan tersebut, dituturkan pria yang akrab disapa Ko Liang inipun, mulai mengkalkulasikan untuk membuka kebun jeruk dengan memiliki sebuah lahan sekitar 2 hektare lahan kosong yang kini sudah tinggal panen.

Dituturkannya dari keuntungan menanam kebun jeruk sendiri memang cukup menggiurkan.

Dari lahan yang sudah menghasilkan ini saat panen tiba buah-buah tersebut bukan cuma hanya bisa dikonsumsi seluruh keluarga tetapi juga bisa dijual.

"Kalau panen tiba, per satu batang jeruk ini saya bisa dapat 10 kg. Nominal sekitar Rp 200 ribu masuk satu batang. Kan lumayan, karena kalau saya tanam ini ada sekitar 800 batang jeruk," bebernya.

Dirincikan dari 800 batang jeruk yang sudah ditanamnya diperkirakan bisa mencapai 32 ton setiap kali panen dapat dijual menjadi bisnis.

" Ini 32 ton kita jual cepat saja Rp 15 ribu, itu omzetnya besar yang masuk ke kita. Itulah kebun jeruk saya ini, sempat langsung ditawar orang 1,6 miliar tidak saya lepas," jelasnya.

Baca juga: Optimalkan Penegakan Hukum, Wakapolres OKU Selatan Sambut Kedatangan Kejari

Diakuinya, berkebun jeruk memang terbilang rumit.

Namun karena suatu profesi yang disukai (hobby) yang digeluti dengan ketekunan membuahkn hasil yang maksimal.

"Perawatan layaknya seperti pupuk, pestisida, dan lain-lainya. Lalu, untuk perawatan seperti biasa tunasnya harus dipotong-potong terus setiap hari,"tandasnya. (SP/ALAN)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved