Berita Palembang

Ditegur Polisi Gelar Demo di Halaman Masjid Agung di Palembang, Massa Bubarkan Diri

Massa Demo yang menggelar aksi di halaman Masjid Agung Palembang bubarkan diri usai ditegus Kapolrestabes Palembang, Jumat (16/9/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM/RACHMAT
Demo Unjuk Rasa di halaman Masjid Agung SMB Jayo Wikramo Palembang, Jumat (16/9/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG- Aksi demo di halaman Masjid Agung seputaran Bundaran Air Mancur Palembang membubarkan diri, Jumat (16/9/2022). 

Massa demo terdiri dari para ulama, tokoh agama, dan ibu-ibu tergabung dalam Aksi Akbar Rakyat Sumatera Selatan bubar usai diminta polisi karena dinilai pada tempat yang kurang tepat

Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Mokhamad Ngajib mengatakan pembubaran massa berdasarkan UU Nomor 9 tahun 1998 tentang penyampaian pendapat di muka umum. 

"Alhamdulillah bisa dikomunikasikan dengan baik, massa aksi unjuk rasa memahami apa yang ada didalam Undang-Undang dan mereka menyatakan tidak melaksanakan kegiatan aksi unjuk rasa di area sekitar Masjid. Masjid adalah salah satu tempat yang dilarang untuk melakukan aksi unjuk rasa," ujarnya. 

Menurut dia adapun tempat-tempat yang bisa di lakukan untuk berunjuk rasa, yakni tentunya tempat yang diluar dari tempat yang dilarang sesuai dengan aturan Pasal 9 ayat 2. 

"Tempat yang dilarang adalah di kantor Kepresidenan, di Masjid, di sekolah, di rumah sakit, dan objek-objek vital nasional lainnya yakni contohnya Pertamina inilah tempat tidak boleh dan dilarang dari aksi unjuk rasa di luar dari ini tentu boleh melakukan aksi unjuk rasa," katanya.

Ia menambahkan, sebelumnya massa aksi unjuk rasa telah mengajukan izin. 

"Memang mereka sebelumnya sudah mengajukan ijin untuk berunjuk rasa tetapi sudah kita sampaikan bahwa ini tempat yang tidak boleh digunakan," jelasnya. 

Di tempat yang sama Habib Mahdi yang ikut dalam unjuk rasa mengatakan aksi unjuk rasa biasanya dilakukan di bundaran air mancur Masjid Agung SMB Jayo Wikramo.

Baca juga: AHY Presiden 2024, Demokrat Palembang Kompak Satu Suara di Rapimnas Demokrat 2022

Namun karena tak mau dikatakan melanggar aturan atau melanggar UU maka pihaknya siap untuk membubarkan diri.

"Kami mengikuti arahan yang disampaikan Kapolrestabes, tetapi dengan catatan tidak ada lagi aksi apapun didepan bundaran air mancur ini ke depan," ujarnya. 

Lanjutnya, dari siapapun termasuk kegiatan di Bundaran Air Mancur yang pernah terjadi sebelumnya senam pagi ibu-ibu bhayangkari dan sebagainya. 

"Ini penting menjadi catatan bahwa banyak mobil-mobil parkir apakah ini jelas merupakan pelanggaran menurut UU yang disampaikan oleh bapak Kapolrestabes Palembang tadi, kalau masih ada akan kita laporkan, kita tegur, harus kita protes keras. Karena tidak mungkin ini terjadi kecuali dari ijin dari pihak - pihak yang berwenang," ungkapnya. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved