Berita Banyuasin

Honor Kader Stunting Banyuasin Bakal Ditambah, Pemkab Target 2024 Zero Stunting

Honor kader stunting Banyuasin bakal ditambah, Pemkab targetkan 2024 Banyuasin zero stunting.

Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/M ARDIANSYAH
Honor kader stunting Banyuasin bakal ditambah, Pemkab targetkan 2024 Banyuasin zero stunting. Penghargaan kepada kader stunting yang diberikan Bupati Banyuasin H Askolani Jasi di acara kader Institut Masyarakat Pedesaan, Kamis (15/9/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN - Honor kader stunting Banyuasin bakal ditambah, Pemkab targetkan 2024 Banyuasin zero stunting

Kader stunting menjadi ganda terdepan di desa dan kelurahan, untuk terus menurunkan tingkat stunting yang ada di wilayah Kabupaten Banyuasin.

Karena itu kader stunting yang direkrut merupakan warga yang ada di Desa atau kelurahan tersebut agar lebih mudah menjangkaunya.

Karena peran dari para kader stunting ini, angka stunting yang ada di wilayah Banyuasin terus mengalami penurunan. Saat ini saja, tinggal 22 persen lagi untuk diturunkan.

Penurunan stunting ini, dianggap penting karena bila tidak dilaksanakan masa depan generasi muda bisa-bisa hancur.

Sebagai motivasi kepada para kader, Pemkab Banyuasin berencana akan menambah insentif kinerja atau honor kader stunting dari para kader yang kesemuanya ibu-ibu ini.

Baca juga: Harga Karet Palembang: Harga Karet Musi Rawas Rp 6.000 per Kg, Sudah Berlangsung Sepekan

Kepala Dinas PPKBP3A Banyuasin Dra Yosi Zartini, menuturkan untuk insentif bagi kader sebelumnya sudah dianggarkan.

Karena pencapaian dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Banyuasin, sehingga Bupati Banyuasin H Askolani Jasi ingin menambahkan insentif bagi para kader.

"Untuk besaran, masih dihitung berapa insentifnya. Itu juga melihat dari anggaran yang ada, karena ada 1.670 kader stunting dan kader bpkbd 1.220 KB. Kami juga akan membuatkan baju untuk kader," katanya ketika ditemui usai acara di Graha Sedulang Setudung, Kamis (15/9/2022).

Para kader ini sudah dilatih untuk memberikan edukasi bagi calon pengantin, ibu hamil dan ibu miliki anak usia di bawah 2 tahun untuk pencegahan stunting sejak dini.

Bupati Banyuasin H Askolani Jasi menuturkan, penurunan angka stunting di Banyuasin sudah diangkui pemerintah pusat. Dengan peran serta seluruh masyarakat, terutama kader diharapkan 2024 Kabupaten Banyuasin zero stunting.

"Tambahan insentif bagi para kader ini, sebagai bentuk apresiasi karena dedikasinya untuk mencegah dan mengurangi stunting," katanya.

Baca berita lainnya langsung dari google news

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved