Berita Nasional

Effendi Simbolon PDIP Dalam Masalah, Jenderal Sampai Letkol Marah TNI Disebut Seperti Gerombolan

Effendi Simbolon dalam masalah besar setelah ucapan soal TNI gerombolan lebih dari ormas picu kemarahan prajurit TNI.Bermula dari rapat bersama anta

Editor: Moch Krisna

3. Dandim Kebumen

Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan anggota TNI yang murka pada Effendi Simbolon,dilansir instagram palembang_bedesau.id.

"Hei untuk Effendi Simbolon, saya Dandim 079 Kebumen, kamu tidak menghormati pimpinan kami," ujarnya, Selasa(13/9/2022).

Menurutnya kalau Panglima TNI dan Kasad dihina oleh Effendi Simbolon.

Saat ini Effendi Simbolon menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat Bidang Sumber Daya dan Dana PDIP, Selasa(13/9/2022).
Saat ini Effendi Simbolon menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat Bidang Sumber Daya dan Dana PDIP, Selasa(13/9/2022). (Kolase Palembang bedesau dan Kompas.com)

"Panglima TNI dan Kepala Staf angkatan darat kamu tidak menghormati ,bahkan menyampaikan TNI dan mengatakan TNI seperti gerombolan lebih baik daripada ormas," terangnya.

Dandim tersebut mengaku tidak terima pernyataan Effendi Simbolon.

"Saya selaku prajurit TNI Ad tidak menerima ucapan bapak Effendi Simbolon," ujarnya.

Sikap TNI soal kemarahan para prajuritnya

epala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Hamim Tohari menanggapi video dan pernyataan dari beberapa prajurit TNI terkait ucapan Anggota Komisi I DPR RI Effendi Simbolon terkait prajurit TNI.

Pernyataan Effendi yang dimaksud disampaikan pada saat Rapat Komisi I DPR RI bersama jajaran TNI dan Kementerian Pertahanan pada 5 September 2022 lalu.

Hamim mengatakan saat ini siapapun bisa menyampaikan dan mengakses apapun melalui medsos.

"Tetapi saya sampaikan bahwa organisasi atau pimpinan TNI AD tidak pernah mengeluarkan instruksi atau perintah untuk melakukan hal tersebut," kata Hamim ketika dihubungi Tribunnews.com pada Selasa (13/9/2022).

Ia menduga video dan pernyataan yang beredar di media sosial tersebut merupakan reaksi spontan baik dari prajurit maupun masyarakat.

"Mungkin saja itu terjadi sebagai reaksi spontan, bukan cuma dari prajurit, bahkan dari masyarakat juga, atas pernyataan seorang tokoh di ruang publik yang dianggap memancing kegaduhan," kata Hamim.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved