Berita Palembang

Mobil Listrik Semakin Banyak Diminati, Hyundai Ioniq 5 Kini Harus Tunggu Hingga Tahun Depan

Hyundai sebagai salah satu brand kendaraan listrik yang ada di Sumsel juga kebanjiran order mobil listrik. 

Penulis: Hartati | Editor: Slamet Teguh
DOK HUMAS PEMPROV SUMSEL
Mobil listrik Hyundai Ioniq menjadi pilihan yang dipakai Gubernur Sumsel Herman Deru. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Keberadaan mobil listrik di tanah air semakin diminati apalagi saat ini pemerintah gencar menggalakkan penggunaan mobil listrik untuk mengurangi ketergantungan impor Bahan Bakar Minyak (BBM). 

Hyundai sebagai salah satu brand kendaraan listrik yang ada di Sumsel juga kebanjiran order mobil listrik. 

Hingga kini tercatat 22 unit mobil listrik Ioniq 5 yang dipesan konsumen namun masih harus menunggu hingga delapan bulan ke depan baru bisa mendapatkan unitnya. 

"Iya indent hingga delapan bulan atau sekitar Mei tahun depan baru didelivery," kata Branch Manager Hyundai Maju Motor Palembang Andry Ardila, Senin (12/9/2022). 

Andry mengatakan peminat mobil listrik memang banyak sehingga waktu tunggu pemesanan lama karena permintaan merata di hampir semua kota di tanah air. 

Untuk harga sendiri awalnya masih dibandrol Rp 700-800 jutaan namun karena saat ini waktu tunggunya lama bahkan baru bisa dikirim bulan depan sehingga harga tidak mengikat. 

Baca juga: Erick Thohir Bakal Wajibkan BUMN Gunakan Mobil Listrik, Ini Tanggapan BUMN di Sumsel

Baca juga: Gubernur Sumsel Herman Deru Pakai Mobil Listrik Hyundai Ioniq, Ini Spesifikasinya

Sebelumnya Menteri BUMN Erick Thohir akan mewajibkan seluruh perusahaan BUMN menggunakan mobil listrik terutama, direksi yang mendapatkan kendaraan dinas dari pemerintah. 

Langkah ini ia lakukan sebagai salah satu untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada impor minyak mentah.

Namun kapan kepastian penerapan ini masih menunggu waktu karena rencana itu baru dikemukakan Erick Thohir saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI kemarin. 

Menyikapi rencana Menteri BUMN tersebut Manager Humas PT Pusri Palembang, Soerjo Hartono mengatakan itu baru rencana yang bakal dilakukan oleh Kementerian BUMN dan Pusri mendukung hal tersebut namun kapan penerapannya dia mengatakan masih akan menunggu arahan dan keputusan diterapkan. 

Karena memang rencana ini baru dibahas bersama DPR dan bakal diterapkan pada kebijakan yang akan datang maka bukan cuma di Pusri saja yang masih menggunakan kendaraan dinas memakai BBM. 

"Baru rencana belum jadi kebijakan yang disahkan dengan aturan baku sehingga masih menunggu saja," kata Soerjo Hartono. 

Dia juga mempertanyakan kesiapan unit jika kebijakan ini nantinya diterapkan karena pasti permintaannya akan sangat banyak mengingat BUMN cukup banyak.

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved