Berita Prabumulih

Beasiswa Belum Dibayar Pemkot Prabumulih, Orang Tua Mahasiswa PEM Akamigas Datangi Dewan

Puluhan orang tua mahasiswa PEM Akamigas mendatangi gedung DPRD Prabumulih, Kamis (8/9/2022). mereka mengadu belu dibayarnya beasiswa anak mereka.

Penulis: Edison | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/EDISON
Puluhan orang tua mahasiswa datangi gedung DPRD Prabumulih mengadu Iuran kuliah bagi mahasiswa yang menerima beasiswa di PEM Akamigas belum dibayarkan Pemerintah kota Prabumulih, Kamis (8/9/2022). 

Laporan wartawan Tribun Sumsel Edison Bastari


TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Iuran kuliah bagi mahasiswa yang menerima beasiswa di PEM Akamigas belum dibayarkan Pemerintah kota Prabumulih, Puluhan orang tua mahasiswa datangi gedung DPRD Prabumulih, Kamis (8/9/2022). 

Puluhan orang tua mahasiswa yang dikuliahkan di PEM Akamigas Cepu Kabupaten Blora Provinsi Jawa Tengah itu meminta bantuan wakil rakyat mendesak Pemkot membayarkan iuran beasiswa karena jika tidak akan dikeluarkan pihak kampus.

"Kami datang untuk meminta bantuan dewan dan menanyakan bagaimana pembayaran beasiswa PEM Akamigas yang tersendat," ujar Sri Djumiati yang merupakan orang tua mahasiswa yang menerima beasiswa.

Sri mengaku sesuai awal perjanjian menyebutkan di semester pertama Pemkot Prabumulih hanya menyanggupi 25 persen biaya iuran dan 75 persen dari orang tua dengan alasan situasi sedang pandemi covid-19.

"Lalu untuk semester selanjutnya Pemkot akan menganggarkan iuran 100 persen. Jadi mulai bulan 4 itu akan dianggarkan 100 persen namun kenyataannya sampai sekarang belum dibayarkan," jelasnya.

Sri dan para orang tua lainnya mengaku, anak mereka kuliah di Cepu menjadi depresi dan minder secara psikis karena dikucilkan akibat belum bayar iuran.

"Belajar dikucilkan dan untuk kehadiran pun tidak dianggap karena tidak mengisi absensi. Pembayaran tersendat 4 semester mulai dari semester 2, 3, 4 dan semester 5, katanya seraya mengatakan bersyukur hasil rapat dianggarkan 100 persen melalui Perkada (Peraturan Kepala Daerah) dan semester selanjutnya dianggarkan di APBD 2023. 

Disinggung berapa besaran iuran semester, Sri mengaku beragam sesuai dengan Program Study yang diambil. "Paling mahal Rp 38 juta per semester," ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Prabumulih, Sutarno SE didampingi Wakil Ketua H Ahmad Palo mengaku hasil rapat bersama Wali mahasiswa dan TAPD dan Banggar telah disepakati akan dianggarkan.

"Anggaran yang bakal disiapkan 100 persen untuk pembayaran iuran gelombang pertama dan 100 persen untuk mahasiswa gelombang kedua, anggaran akan disiapkan sebesar Rp 4 miliar," bebernya seraya tengah dilakukan pembahasan.

Sekda kota Prabumulih, H Elman ST mengaku tidak ada permasalahan dalam penganggaran dan pembayaran hutang tersebut dengan catatan tetap sesuai aturan dan ada dasar hukum yang jelas.

"Sebetulnya ada 2 MoU antara Pemkot dan orang tua siswa PEM Akamigas. MoU pertama akan dibiayai 100 persen dan MoU kedua 25 persen. Hasil rapat tadi finalnya ada kesepakatan dan akan dianggarkan 100 persen sesuai dengan perhitungan," katanya.

Disinggung adanya isu di tengah masyarakat jika beasiswa mahasiswa PEM Akamigas tak sesuai karena banyak anak orang kaya, Elman mengaku dirinya tidak tahu dan pihaknya meminta data ke diknas.

"Kita akan lihat dulu data di Diknas, karena mereka ada datanya.Jadi wajar saja tadi rekan dewan minta datanya, nanti akan kita lihat (data orang tua dan pekerjaan-red), nanti akan kita pertimbangkan bersama dewan," bebernya.

Baca juga: Lakukan Sidak, Dewan Temukan Proyek Drainase di Prabumulih Tak Sesuai RAB

Seperti diketahui, Pemkot Prabumulih mengirimkan putra-putri asal kota Prabumulih yang tidak mampu dan berprestasi untuk menempuh pendidikan dengan beasiswa ke PEM Akamigas di Kecamatan Cepu Kabupaten Blora Provinsi Jawa Tengah.

Ada dua gelombang, gelombang pertama terdiri dari 25 orang dan gelombang kedua terdiri dari 25 orang. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved