Berita Muratara

Hujan di Muratara Sejak Semalam, BPBD Imbau Warga Siaga Banjir Luapan Sungai Rupit-Sungai Rawas

Hujan di Muratara belum berhenti sejak semalam, Selasa (6/9/20220 hingga siang ini Rabu (7/9/2022). Warga diimbau siaga luapan Sungai Rupit-Rawas.

Penulis: Rahmat Aizullah | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/RAHMAT AIZULLAH
Wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) diguyur hujan secara menyeluruh sejak semalam hingga siang ini, Rabu (7/9/2022). Volume air sungai Rawas terpantau mulai meningkat. 

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Hujan di Muratara belum berhenti sejak semalam, Selasa (6/9/20220 hingga siang ini Rabu (7/9/2022).

Intensitas curah hujan sedang hingga lebat dan lama di Muratara ini berpotensi membuat volume air sungai Rupit dan Rawas meningkat hingga meluap menyebabkan kebanjiran.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mengimbau masyarakat terutama yang tinggal di bantaran kedua sungai tersebut untuk siaga banjir disebabkan hujan sejak semalam.

"Imbauan kami kepada masyarakat yang rumahnya di pinggir sungai, jangan anggap sepele banjir sudah biasa, tapi kita harus tetap siaga, jangan lengah," kata Kepala BPBD Muratara, Zainal Arifin, pada TribunSumsel.com, Rabu (7/9/2022).

Ia mengatakan meski banjir belum melanda Muratara namun potensinya tetap ada.

Apalagi beberapa hari terakhir daerah ini terus diguyur hujan, begitu pula volume air sungai Rupit-Rawas terpantau ada peningkatan.

Baca juga: Potensi KTM Sekitar Tol Indraprabu, Pengembang di Indralaya Berlomba Bangun Perumahan

Pihaknya juga selalu menyiagakan tim reaksi cepat (TRC) yang akan bergerak segara ke lokasi bila suatu ketika terjadi bencana banjir.

"Tim TRC kami stand by, siaga terus, begitu ada laporan bencana, apa saja, tidak hanya banjir, mereka langsung meluncur ke lokasi," katanya.

Zainal Arifin menambahkan, pihaknya terus melakukan patroli memantau kondisi debit sungai Rupit-Rawas, sehingga perkembangan volume air dapat terpantau.

"Volume sungai terus kami pantau, mudah-mudahan meningkatnya perlahan, tidak sekaligus, sehingga warga ada persiapan," katanya.

Zainal Arifin juga mengingat warga yang tinggal di pinggir sungai untuk menjaga anak jangan sampai jatuh dan terhanyut.

"Anak-anak tolong dijaga, jangan sampai tidak diawasi saat dia main, apalagi rumah di pinggir sungai, hati-hati jangan lengah, bahaya," katanya.

2 Kecamatan Sering Banjir Lama

Kepala BPBD Muratara, Zainal Arifin mengungkapkan banjir di daerah ini merupakan bencana musiman yang biasa terjadi setiap tahunnya.

Banjir terjadi akibat luapan sungai Rupit dan Rawas terutama saat musim penghujan karena mayoritas penduduk tinggal di bantaran sungai.

"Kalau di daerah kita ini banjirnya musiman, akibat sungai meluap, yaitu sungai Rupit sama sungai Rawas," katanya.

Dari 7 kecamatan yang ada di Muratara, 2 kecamatan yang sering terjadi banjir dalam waktu lama, yaitu Kecamatan Rawas Ilir dan Karang Dapo.

"Sebenarnya kecamatan yang biasa terkena banjir itu wilayah Karang Jaya, Rupit, Rawas Ulu juga. Tetapi yang biasa banjirnya lama itu wilayah Karang Dapo sama Rawas Ilir," ungkapnya.

Baca berita lainnya langsung dari google news

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved