Berita Prabumulih

BLT BBM 2022 Rp 600.000 Kapan Cair? Ini Penjelasan Kadinsos Prabumulih Heriyanto

8900 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di kota Prabumulih akan mendapatkan BLT imbas dari kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) sebesar Rp 600 ribu

Penulis: Edison | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/EDISON
Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Pemerintah kota Prabumulih, Heriyanto menjelaskan pencairan BLT BBM 2022 Rp 600.000 

Laporan wartawan Tribun Sumsel Edison Bastari


TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Sebanyak 8900 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di kota Prabumulih akan mendapatkan bantuan  langsung tunai (BLT) .

BLT tersebut imbas dari kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) sebesar Rp 600 ribu dari pemerintah pusat.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Pemerintah kota Prabumulih, Heriyanto.

"Jadi dari kenaikan BBM ini ada tercatat sebanyak hampir 9000 warga kita atau tepatnya 8900 KPM di kota Prabumulih akan menerima bantuan langsung tunai (BLT)," ungkap Heri.

Data penerima sebanyak 8900 KPM tersebut menurut Heri, sesuai dengan yang disampaikan pihak kantor Pos selaku penyalur nantinya dan data telah sesuai dengan data Terpadu Kesejahteraan Sosial (TKS).

"Sebanyak 8900 KPM ini tersebar di 6 Kecamatan di kota Prabumulih dan nama mereka telah terdaftar di data TKS, jadi telah sesuai by name by address," katanya.

Heri menuturkan, dalam waktu dekat akan dilakukan pembagian secara langsung oleh pihak kantor pos dan teknis pembagian akan dilakukan secara bergantian.

"Kantor pos nanti akan menjadwalkan pembagiannya, rencana pembagian langsung ke kelurahan dan kecamatan. Pembagian akan dilakukan secepatnya," tutur Heri.

Ditanya berapa besaran bantuan yang akan diberikan, Heri menuturkan jika total bantuan akan diberikan Rp 600 ribu namun dilakukan selama 4 bulan.

"Pembagian dilakukan dua termin, pertama di September untuk September dan Oktober sebesar Rp 300 ribu, lalu kedua untuk November dan Desember dibagikan pada Desember sebesar Rp 300 ribu," jelasnya.

Baca juga: Pencuri Toko di Prabumulih Ditangkap Polisi, Begini Cara Pelaku Lewati Terali Besi

Disinggung dari data penerima bantuan atau yang ada di TKS diketahui ada yang tidak layak menerima atau sudah tergolong kaya apakah tidak dilakukan pergantian, Heri mengaku jika memang ditemukan sudah tidak layak maka hendaknya dilaporkan agar bisa diajukan pergantian. 

"Karena kita terima datanya sudah lewat TKS, kalau memang ada tidak layak tentu bisa dilaporkan dan dicoret nantinya," tambah Heri

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved