Wartawan Gadungan Catut Tribun Sumsel
Wartawan Gadungan Catut Tribun Sumsel di Ogan Ilir, Diduga Memeras Minta Uang Sejumlah Pejabat
Oknum wartawan gadungan mencatut nama Tribun Sumsel di Ogan Ilir diduga mencoba memeras dan meminta uang sejumlah pejabat.
"Saya diminta uang, katanya wartawan Tribun Sumsel. Saya tidak percaya dan mau pastikan ke wartawan aslinya," kata Bangun kepada TribunSumsel.com, Rabu (27/7/2022).
Setelah dijelaskan, Bangun pun mengerti dan akan lebih berhati-hati dalam menyikapi percobaan penipuan.
Kasus Wartawan Gadungan di Prabumulih
Masyarakat kota Prabumulih khususnya para pejabat, kepala desa (Kades) hingga kepala sekolah (Kepsek) hendaknya berhati-hati jika ada oknum yang mengatasnamakan wartawan Tribun Sumsel meminta sejumlah uang dengan berbagai modus.
Pasalnya, setelah kota Prabumulih digemparkan dengan adanya sejumlah oknum wartawan diduga memeras dengan mendatangi sejumlah kepala dinas beberapa waktu lalu.
Kini, sejumlah pejabat hingga kepala sekolah dan kepala desa heboh ditelpon oknum yang mengatasnamakan wartawan Tribun Sumsel meminta kirim sejumlah uang.
Dalam menjalankan aksinya, oknum tersebut menelpon dan mengirim pesan WhatsApp menggunakan nomor 0813 6885 8150 ke sejumlah target dengan nama tertulis ~Tribun Sumsel.

Aksi kawanan penipu itu diketahui setelah sejumlah pejabat mengklarifikasi dan menghubungi wartawan Tribun Sumsel yang bertugas di kota Prabumulih.
"Saya kemarin ditelpon orang mengaku wartawan Tribun Sumsel, awalnya dia menanyakan mengenai anggaran dinas dan lainnya. Lalu karena kami menjawab jika seluruh paket proyek di instansi kami sudah di periksa BPK lalu oknum ini bilang aman, tapi kemudian oknum itu mengirim pesan WA minta bantuan uang," ungkap salah satu kepala dinas kepada wartawan Tribun, Jumat (29/7/2022).
Sumber yang meminta namanya jangan disebutkan itu mengaku, karena gelagat mencurigakan dan kenal dengan wartawan Tribun di Prabumulih lalu ia kemudian menghubungi untuk mastikan.
"Karena kita tau nomor wartawan Tribun Sumsel di Prabumulih dan kenal makanya kita klarifikasi, ternyata memang benar itu penipu. Kami berharap ini disebarkan agar tidak ada yang tertipu," bebernya.
Hal yang sama disampaikan salah satu kepala sekolah di Prabumulih yang juga mengaku hampir menjadi korban penipuan oknum yang mengatasnamakan wartawan Tribun Sumsel.
"Mereka menelpon menanyakan anggaran dana BOS, lalu ujung-ujungnya minta bantuan uang," bebernya.
Lalu kata sumber itu, Ia kemudian menghubungi wartawan lain untuk menanyakan siapa wartawan Tribun Sumsel di Prabumulih dan guna menanyakan hal itu.
"Mereka yang menelpon itu orang dua, satu pakai nomor ada Tribun Sumsel-nya dan nomor satunya lagi tidak," katanya. (Tim Tribun Sumsel)