Harga Sawit Palembang
Harga Sawit Palembang: Harga TBS Sawit Hari Ini di Muratara Sumsel, Rp 1.630 Tingkat Pengepul
Harga sawit Palembang, harga TBS sawit hari ini di Muratara Sumsel Rp 1.630 per kg di tingkat pengepul atau RAM.
Penulis: Rahmat Aizullah | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Harga sawit Palembang, harga TBS sawit hari ini di Muratara Sumsel cenderung stagnan sejak sepekan terakhir.
Di tingkat pengepul atau RAM, harga sawit Palembang, harga TBS sawit di Muratara berkisar Rp 1.600-an per kilogram (kg) di tingkat pengepul atau RAM.
"Kalau hari ini 1.630 (rupiah per kg), seminggu ini agak mantap harganya," ujar salah seorang pengepul, Piko pada TribunSumsel.com, Kamis (25/8/2022) tentang harga sawit Palembang, harga TBS sawit di Muratara.
Walaupun harga tersebut agak fluktuatif, kata Piko, namun tidak sampai terjadi kenaikan atau penurunan yang signifikan.
"Cenderung mantap harganya, paling turun cuma berapa ratus rupiah begitu, terus naik lagi berapa ratus rupiah, tidak sampai seribuan naik turunnya," kata dia.
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Muratara, Ade Meiri Siswani mengatakan, pemerintah daerah baru saja mengundang PT Bumi Mekar Tani (BMT) untuk berkoordinasi soal harga beli TBS sawit.
Baca juga: Harga Karet Palembang: Harga Karet di Ogan Ilir Sumsel Hari Ini Turun Rp 1.000 per Kg
Perusahaan tersebut merupakan satu-satunya pabrik kelapa sawit (PKS) di Muratara yang menampung TBS petani mandiri karena tidak memiliki kebun sendiri.
"Kita cuma mengundang BMT, karena dia yang beli TBS petani mandiri, kalau Lonsum atau SIPEF Group kan dia ada kebun sendiri, ada kebun plasma juga, harganya tidak terlalu jauh dengan ketentuan pemerintah provinsi," ujar Ade.
Kepada PT BMT yang diundang, kata Ade, pemerintah daerah menekankan agar PKS tersebut membeli hasil panen sawit petani mandiri dengan harga yang tidak terlalu jauh dari ketetapan Pemprov Sumsel.
"Kita sebenarnya meminta, berharap, menekankan lah istilahnya, tapi itu tadi kita tidak bisa berbuat banyak, karena mereka juga terkadang mempertimbangkan kondisi buah yang masuk ke pabrik," ujarnya.
Harga TBS Sawit Palembang Sumsel Diprediksi Terus Meningkat
Harga Tandan Buah Segar (TBS) Sawit Palembang Sumsel diprediksi akan terus meningkat.
Peningkatan harga TBS Sawit didorong harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) Sumatera Selatan bergerak naik didorong kebijakan tarif pungutan ekspor menjadi nol persen hingga 31 Agustus 2022.
"Aturan pungutan ekspor 0 persen ini dikeluarkan sebagai respons atas situasi industri kelapa sawit di dalam negeri," kata Analis PSP Madya Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel Rudi Arpian SP MSi, Selasa (23/8/2022).
Menurut Rudi, meski demikian pembebasan pungutan ekspor produk sawit dan turunannya ini tidak berlaku permanen.
Setelah 31 Agustus 2022 atau 1 September 2022, pemerintah memberlakukan skema tarif progresif untuk tarif pungutan ekspor produk sawit dan turunannya.
"Artinya, jika harga CPO global turun, tarif pungutan ekspor juga akan turun dan murah.
Sebaliknya, kalau harga CPO global naik, tarif pungutan ekspor ikut naik," ungkapnya
Lalu bagaimana prospek minyak sawit kedepan?
Menurut Rudi, setidaknya ada lima faktor yang menunjukkan bahwa prospek bisnis kelapa sawit di Indonesia masih sangat besar dan akan terus meningkat.
Pertama, meningkatnya konsumsi di dalam negeri yang dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu bahan makanan, seperti minyak goreng dan bahan makanan olahan lainnya, kelompok biodiesel dan kelompok bahan baku industri.
Kedua, produksi kelapa sawit paling stabil di antara minyak nabati lain.
Ketiga, hilirisasi sawit di dalam negeri makin berkembang, hal ini terbukti dari ekspor yang lebih mendominasi produk setengah jadi, sampai akhir tahun 2021 komposisi ekspor minyak sawit Indonesia 76 persen sudah dalam bentuk produk olahan sawit.
Keempat, Pemerintah makin gencar merespon kampanye negatif yang diserukan pihak tertentu.
Kelima, potensi kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO) dan produk turunannya sangat besar menyusul lahan perkebunan sawit semakin terbatas.
"Sedangkan permintaan minyak nabati terus meningkat. Semua kondisi ini menunjukkan perospek bisnis kelapa sawit masih besar untuk jangka panjang," tutupnya
Harga TBS Sawit Sumsel Periode II Agustus 2022
Harga tandan buah segar (TBS) sawit Sumsel periode II bulan Agustus 2022 ini semakin menunjukkan perkembangan yang baik.
"Untuk harga TBS sawit Sumsel pada 19 Agustus 2022 Rp 2.189 per kg, atau naik Rp Rp 323,70 per kg dibandingkan pada 9 Agustus 2022," kata Analis PSP Madya Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel Rudi Arpian SP MSi, Jumat (19/8/2022).
Harga TBS Sawit Sumsel saat ini Rp 2.189 per kg untuk tahun tanam 10-20 tahun, harga ini naik Rp 323,70 per kg dari periode sebelumnya.
Lalu untuk harga TBS tahun tanam 3 tahun Rp 1.911 per kg, tahun tanam 4 tahun Rp 1.960 per kg, tahun tanam 5 tahun Rp 2.004 per kg , tahun tanam 6 tahun Rp 2.044 per kg, tahun tanam 7 tahun Rp 2.080 per kg, tahun tanam 8 tahun Rp 2.112 per kg , dan tahun tanam 9 tahun Rp 2.140 per kg.
Kemudian, tahun tanam 10-20 tahun Rp 2.189 per kg, tahun tanam 21 tahun Rp 2.161 per kg, tahun tanam 22 tahun Rp 2.136 per kg , tahun tanam 23 tahun Rp 2.107 per kg, tahun tanam 24 tahun Rp 2.074 per kg dan tahun tanam 25 tahun Rp 2.001 per kg.
"Secara Internal Kenaikan harga crude palm oil (CPO) dan inti sawit (kernel) hampir di seluruh perusahaan sumber data. Sudah pasti memberi dampak kepada harga TBS di tingkat petani sawit Sumsel," kata Rudi
Menurutnya, secara eksternal kenaikan ini diakibatkan ekspor CPO Sumatera Selatan mulai menuju normal kembali. Untuk itu diharapkan PKS dapat tetap membeli TBS Plasma sesuai harga tim penetapan harga TBS Sumsel.
"Dinas Perkebunan melalui Gugus Tugas Monitoring Harga TBS tetap memonitor harga yang berlaku di pasaran dan diharapkan PKS dapat memberikan harga yang wajar kepada petani Swadaya," pesannya
Menurutnya, jika petani Swadaya menginginkan harga sesuai dengan harga yang dikeluarkan oleh Tim Penetapan Harga Sumsel, tidak ada jalan lain petani swadaya harus berkelompok dan bermitra dengan PKS terdekat.
"Banyak manfaat yg didapat oleh petani sawit jika mereka berkelompok dalam kelembagaan seperti koperasi atau KUD.Paling tidak ada enam manfaat yang dapat diperoleh," bebernya
Enam manfaat petani sawit berkelompok:
1. Adanya jaminan pelaksanaan usaha sawit yang berkelanjutan
2. Peningkatan pada produktifitas
3. Tumpang sari pada lahan perkebunan sawit
4. Petani jadi paham tentang budidaya sawit sesuai standar teknis budidaya
5. Penjualan sawit terkoordinir melalui kelembagaan yang bermitra dengan Pabrik Kelapa Sawit (PKS)
6. Petani sawit menjadi tertib dalam pelaksanaan pelaporan dan pertanggungjawaban dana peremajaan.
Baca berita lainnya langsung dari google news.