Berita Tanjung Enim Kota Wisata
SSY Farm : PTBA Bantu Pecahkan Masalah Kami
Berbekal ilmu beternak sapi seadanya yang didapat selama ikut menggembalakan sapi, merekapun bertekad kuat menggeluti usaha peternakan.
TRIBUNSUMSEL.COM, MUARAENIM - Dengan diawali tekad yang kuat untuk mengubah kehidupannya menjadi lebih baik, Yadi dan Sudi yang nekat merantau dari pulau Jawa ke Muaraenim mengawali karier sebagai petani sawit, namun melihat peluang lain,merekapun mencoba banting stir menjadi peternak sapi penggemukan.
Berbekal ilmu beternak sapi seadanya yang didapat selama ikut menggembalakan sapi di tanah kelahirannya di Jawa Timur, merekapun bertekad kuat menggeluti usaha peternakan sapi potong.
Namun semua bisnis baru yang digeluti pun belum menunjukkan kemajuan yang signifikan,sempat ingin menyerah, namun dukungan keluarga dan sahabat sesama perantau membuatnya bertahan dan mencoba bangkit kembali.
Namun Kedatangan tenaga penyuluh pertanian bernama Sulthany Arif yang bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Muara Enim menjadi angin segar bagi Yadi dan rekannya Sudi.
Sulthany atau yang biasa mereka sapa dengan panggilan Sultan sangat disambut baik.
Sultan yang berkunjung pada 2017 sangat membantu dalam memberikan ilmu bagaimana mengelola usaha peternakan sapi potong dengan baik dan ekonomis.
Dengan kemampuan akademis, Sultan banyak memberikan ilmu mengenai bagaimana beternak atau budidaya sapi potong yang efisien dan serta ilmu marketing untuk penjualan sapi potong.
Dari situlah kemudian terbentuklah usaha peternakan sapi yang fokus pada penggemukan sapi potong dengan nama SSY Farm yang diambil dari nama Sudi, Sultan dan Yadi.
Usahanya berlokasi di Unit 8 Desa Harapan Jaya Kecamatan Muara Enim Kabupaten Muara Enim.
Seperti yang dituturkan Sultan.
Bahwa sejak awal bertemu dengan Yadi dan Sudi telah menumbuhkan keyakinan pada dirinya untuk bekerja sama menjalankan bisnis sapi potong.
"Perpaduan ilmu yang didapatkan di bangku kuliah dengan kawan-kawan yang belajar otodidak bisa membuat usaha peternakan yang digeluti semakin solid. Pada 2017, SSY Farm memiliki 10 ekor sapi, terdiri dari 8 ekor penggemukan dan 2 ekor pembibitan. Dan masuk tahun 2018, dengan keinginan kami di SSY Farm untuk maju bersama masyarakat Harapan Jaya, maka dirangkul lah peternak-peternak lokal untuk gabung di peternakan dan terbentuk lah SSY Farm Sepupu Jaya dengan Yadi sebagai Ketua. Kami sangat bersyukur kehadiran SSY Farm Sepupu Jaya mendapat dukungan penuh masyarakat yang memiliki tekad untuk maju bersama," tutur pria 36 tahun yang merupakan alumnus Universitas Brawijaya ini.
Dijelaskannya Pada 2018, SSY Farm Sepupu Jaya bahkan bisa menggemukan sapi hingga 50 ekor, yakni 30 ekor dilepas (di kandang warga) dan 20 ekor dalam kandang SSY Farm Sepupu Jaya.
Bendahara Umum SSY Farm Sepupu Jaya ini mengungkapkan, memasuki tahun 2019 kendala mulai berdatangan.
Mulai dari kurangnya air sumur bor, tidak ada listrik, dan tidak ada mesin pencacah pakan.
"Namun berkat dukungan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) melalui Corporate Social Responsibility (CSR), permasalahan-permasalahan yang dialami SSY Farm bisa terpecahkan. Tidak hanya bantuan fisik, CSR PTBA juga memberikan bantuan karet bekas tambang batu bara (belt conveyor) yang digunakan untuk lantai kandang sapi agar lutut ternak tidak sakit atau luka," katanya.
Ia juga mengungkapkan berbagai upaya dilakukan untuk pengembangan usaha, salah satunya dengan membuka keran investor.
Dengan marketing dari mulut ke mulut, lambat laun ada ketertarikan investor untuk menanamkan modalnya di SSY Farm Sepupu Jaya.
"Dan mengajukan proposal usaha ke PTBA menjadi langkah SSY Farm Sepupu Jaya, yang kami maksudkan untuk menambah luas kandang dan perlengkapan kandang lainnya, syukur Alhamdulillah masalah permodalan teratasi, PTBA bersedia memberikan pinjaman usaha sebesar Rp 200 juta pada tahun 2020," ujar Sultan.
Baca juga: Berkat Bukit Asam, Indonesia Bisa Setop Impor Tusuk Sate
Baca juga: SMK Bukit Asam Borong Piala Pada Lomba LKS Tingkat Kabupaten Muara Enim
Dia juga mengatakan di atas lahan seluas 1.200 meter persegi dan dalam kandang berukuran 30 meter persegi, berkat bantuan PTBA dan semakin banyaknya minat investor serta tetap menampung ternak dari masyarakat lokal, jumlah populasi ternak yang ada di SSY Farm Sepupu Jaya mencapai 100 hingga 120 ekor pada 2019.
"Memang pola kemitraan bersama investor memberikan pengaruh terhadap jumlah populasi sapi di SSY Farm Sepupu Jaya.Kami membuka jalinan kerja sama dengan investor yang tertarik dengan usaha ternak penggemukan sapi potong. cara ini menjadi cara kami mengatasi kendala modal, di samping untuk memperbanyak jumlah sapi yang tentunya berdampak pada peningkatan penghasilan anggota SSY Farm Sepupu Jaya," katanya.
Sultan menerangkan bahwa SSY Farm Sepupu Jaya membuka peluang investor untuk menanamkan modalnya senilai Rp 20 juta-Rp 50 juta dengan kisaran mendapatkan 4 ekor sapi.
Setelah dipotong nilai produksi, maka diperoleh 30 persen keuntungan yang didapat investor dari nilai jual per ekornya (per kilogram bobot hidup sapi) dari kisaran harga terendah Rp 16 juta - Rp 45 juta per ekor.
"Investor yang menanamkan modalnya di SSY Farm Sepupu Jaya datang dari semua kalangan, mulai dari pensiunan BUMN/BUMS, pengusaha, dan swasta yang berasal dari Sumatera Selatan, Jakarta, dan Jawa Timur.Dan pada panen kedua ini, tepatnya di Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah tahun ini, SSY Farm Sepupu Jaya bisa menjual 135 ekor sapi ke pasaran. Selain melayani pembeli yang datang langsung ke kandang, SSY Farm Sepupu Jaya juga menjual sapi di Pasar Muara Enim dan Pasar Tanjung Enim,"katanya.
Sementara itu dikatakan Yadi,Untuk saat ini, peluang kerja sama investor dibuka mulai bulan Desember dengan masa penggemukan selama 4-6 bulan dari usia sapi 2-2,5 tahun yang didatangkan dari Lampung, Nusa Tenggara Timur, dan Kabupaten Muara Enim.
Jenis-jenis sapi yang dijual, antara lain Sapi Bali, Simental, Brangus, Peranakan Ongole, dan Limousine.
"Adanya SSY Farm Sepupu Jaya saat ini bukan hanya memberikan manfaat untuk keluarga kami saja tapi
Lebih dari itu,masyarakat sekitar baik yang diberdayakan jadi anak kandang maupun peternak lokal juga mendapatkan ilmu penggemukan sapi potong. SSY Farm Sepupu Jaya tidak sungkan untuk berbagi ilmu pada masyarakat sekitar. Mulai dari cara membuat pakan hingga cara karkasing (pemotongan) daging sapi, semua ilmu diberikan pada siapa pun yang mau belajar.Hal ini penting menurut kami, karena kemampuan peternak dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang andal akan memberikan produksi optimal dalam proses penggemukan," ujar Yadi.
Ia juga mengungkapkan Bahwa anggota SSY Farm Sepupu Jaya saat ini selain berasal dari Harapan Jaya telah bertambah jumlah keanggotaan dari peternak Pengawi Kecamatan Ujan Mas.
"Sedangkan untuk target ke depan, Yadi berharap semakin banyak masyarakat yang pintar dalam beternak sapi potong, peternakan semakin maju, dan semakin banyak jumlah sapi yang digemukan. Khayalan kami, inginnya masyarakat di satu desa di Harapan Jaya ini semua punya sapi, jadi kita itu maju dan berkembang bersama-sama,Kebiasaan membesarkan sapi potong dengan digembalakan dan kini ternak diletakkan di kandang dengan perlakuan berbeda menjadi tantangan kami untuk mengubah pola pikir. Tapi kami yakin, petani peternak sapi potong ini perlahan tapi pasti bisa cepat beradaptasi dengan pola yang baru," ucapnya
Iapun berharap Semoga SSY Farm Sepupu Jaya semakin maju, ke depannya tidak hanya menjual sapi tapi juga bisa memasok ke katering dan jual daging beku.
"Tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada PTBA yang sudah menjadikan kami mitra binaan dan atas bantuan selama ini," tutup Sultan. (RIL)
Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News