Berita Lubuklinggau

Pemutihan Pajak Kendaraan Sumsel 2022, Di Lubuklinggau Bisa Bayar di 4 Layanan Ini

Program Pemutihan Pajak Kendaraan Sumsel dan Bea Balik Nama kendaraan mutasi mulai berlaku mulai 1 Agustus 2022 mendatang.

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/EKO
Kepala UPTB Bapenda Provinsi Sumsel, Lubuklinggau, Addi Ramdoni saat mengecek layanan jelang pemberlakuan Pemutihan pajak dan Bebas Biaya Mutasi kendaraan mulai 1 Agustus 2022. 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU --Pemprov Sumsel kembali memberikan keringanan bagi masyarakat melalui program pemutihan pajak kendaraan bermotor yang mulai diberlakukan mulai 1 Agustus 2022 mendatang.

Kepala UPTB Bapenda Provinsi Sumsel, Lubuklinggau, Addi Ramdoni mengatakan kebijakan keringanan ini merupakan kebijakan Gubernur Sumsel untuk melaksanakan pemutihan kendaraan bermotor.

"Alhamdulillah Gubernur Sumsel kembali memberikan keringan pajak kepada masyarakat mulai berlaku 1 Agustus mendatang," kata Adi pada Tribunsumsel.com, Kamis (28/7/2022).

Adi menjelaskan program pemutihan ini meliputi pembebasan sanksi administrasi atau bunga kendaraan bermotor yang menunggak.

"Tapi biaya pokok pajaknya tetap harus dibayar, jadi yang digratiskan itu seluruh dendanya saja," ungkapnya.

Kemudian khusus mutasi kendaraan yang masuk wilayah Sumatera Selatan (Sumsel), karena sejauh ini berdasarkan data dalam rapat lintas sektoral di Palembang kemarin banyak sekali kendaraan luar daerah yang beroperasi di Sumsel.

"Itulah yang mendasari adanya program pemutihan ini sesuai dengan program pak Gubernur, kemudahan biaya BBN kedua, kendaraan yang masuk sumsel," ujarnya.

Addi menjelaskan Pemprov Sumsel juga sudah berkoordinasi dengan PT Jasa Raharja sehingga mereka mendukung program ini dengan memberikan pembebasan Denda Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) untuk tahun lalu dan tahun-tahun sebelumnya.

"Penghapusan sanksi administrasi berlaku bagi pembayaran PKB tahunan dan tunggakan, ganti pemilik. Bagi kendaraan mutasi baik dalam provinsi maupun luar provinsi Sumsel," ungkapnya.

Dalam Pergub yang dikeluarkan oleh Gubernur Sumsel terbaru juga pelat kendaraan di luar Sumsel agar dimutasikan untuk pindah ke Sumsel.

Karena dengan dimutasikan menjadi potensi pajak dan menambah sumber pendapatan daerah ke depannya.

"Melihat banyak kendaraan yang berpelat non Sumsel maka kebijakan Gubernur melalui Pergub untuk mendaftarkan atau memutasikan kendaraan tersebut ke wilayah Provinsi Sumsel," ujarnya.

Addi mengimbau kepada wajib pajak dianjurkan membayar pajak dilayanan kantor Samsat secara langsung, dan dianjurkan tanpa melalui perantara.

"Layanan kita ada Samsat induk, Drive-thru, Samsat Corner di Lippo Plaza, dan Samsat Keliling (Samling)," ungkapnya.

Baca juga: Pengedar Sabu 13 Kg di Lubuklinggau Dituntut Hukuman Mati, Jaksa Sebut Terdakwa Bandar Besar

Untuk Drive-thru yang perlu di ketahui wajib pajak adalah bukan hanya melayani kendaraan roda empat, melainkan juga melayani kendaraan roda dua, jadi wajib pajak dari atas motor bisa bayar pajak.

Selain Drive-thru masyarakat bisa memanfaatkan layanan Samsat Corner di Lippo Plaza yang jadwalnya buka setiap hari, kemudian masyarakat juga bisa memanfaatkan layanan Samling yang selalu pindah-pindah sesuai jadwal.

"Hanya saja untuk layanan Samsat Drive-thru, Samsat Corner dan Samling tidak bisa melayani pembayaran pajak lima tahunan, wajib pajak harus datang langsung ke kantor Samsat induk," ujarnya. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved