Berita PALI

Reaksi Honorer PALI Akan Dihapuskan 2023 Mendatang, Hadiyan Pilih Mundur

Sejumlah Honorer PALI mengungkapkan reaksinya tentang aturan penghapusan tenaga honorer terhitung  tahun 2023 mendatang

TRIBUNSUMSEL.COM
Ilustrasi Honorer. Reaksi Honorer PALI akan rencana penghapusan Honorer tahun 2023 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALI - Tenaga Honorer dilingkungan Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kian merasa was-was seiring diresmikan aturan penghapusan tenaga honorer terhitung  tahun 2023 mendatang.

Riansyah salah satu tenaga honorer di Pemda PALI mengatakan, bahwa telah mengetahui informasi tersebut dan hanya pasrah menerimanya hingga diberlakukannya aturan pemberhentian tenaga honorer.

"Kalau kami hanya mengikuti saja pak. Sebab, itu sudah kebijakan pemerintah kita. Kalau ada pembukaan seleksi saya tentu akan ikut, dan apabila memenuhi syarat," ungkapnya, Rabu (20/7/2022).

Senada, dikatakan Abdul tenaga honorer lainya, mengaku tidak bisa berbuat apa, hanya sekedar menunggu waktunya penerapan aturan diberlakukan.

"Jadi kami hanya menunggu saja, mungkin ada solusi lain agar kami bisa tetap bekerja pak. Sebab, tenaga honorer ini bukan pekerjaan sampingan, melainkan pekerjaan utama saya," tambahnya.

Sementara mendengar wacana tersebut, Hadiyan memilih melamar pekerjaan di sebuah perusahaan logging yang beroperasi di wilayah Bumi Serepat Serasan. 

"Saya sudah tujuh tahun menjadi honorer dan akan dihapuskan. Sedangkan kebutuhan untuk keluarga makin tinggi. Jadi, saya lebih memilih mundur. Sebelumnya saya bingung mau bekerja apa. Alhamdulillah sekarang sudah diterima di perusahaan dengan gaji yang jauh lebih lumayan" ungkapnya.

Baca juga: Kemunculan Tapir di Pangkalan Getah Karet di PALI, Ini Penjelasan Perekam

Sementara, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten PALI Desi Rosalia mengatakan, bahwa saat ini jumlah tenaga honorer yang tersebar di seluruh OPD Pemda PALI sebanyak 4702 orang.

Jadi, total keseluruhan tenaga honorer kita di Kabupaten PALI sebanyak 4702 orang. Untuk tenaga guru strata 1 (S1) sebanyak 1118 orang, sedangkan sisanya tenaga teknis dan kesehatan.

"Kita juga sudah melakukan pelantikan untuk tenaga PPPK sekira 450 orang baik Guru maupun teknis. Sedangkan untuk seleksi serta pemberlakuan aturan kita masih tunggu intruksi," ujarnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved