Berita Palembang
Pencurian di 15 Ulu, Dua Sekawan Bobol Rumah Curi Tas Berisi Uang dan STNK Mobil
Dua sekawan tersangka pencurian di 15 Ulu diringkus polisi Polrestabes Palembang. Keduanya membobol rumah mencuri tas isi uang dan STNK motor mobil.
Penulis: Rachmad Kurniawan | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Dua sekawan tersangka pencurian di 15 Ulu diringkus polisi Tim Opsnal Unit Ranmor Satreskrim Polrestabes Palembang.
Mereka dua pelaku pencurian di 15 Ulu ini membobol rumah di Jl Aiptu Wahab Kelurahan 15 Ulu, Palembang. Keduanya bernama M Effendi alias Dedek (25) dan Zulkifli (34)
Masuk lewat pintu belakang yang tidak terkunci, kedua tersangka pencurian di 15 Ulu Palembang mencuri tas yang tergeletak di meja. Isinya uang Rp 5 juta juga serta STNK sepeda motor dan mobil korban.
Tersangka terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan peluru di kakinya oleh aparat karena melawan ketika akan ditangkap.
"Kedua tersangka masuk ke dalam rumah lewat pintu belakang dengan menjebol pintu. Saat itu korban sedang tertidur malam itu, sehingga aksi keduanya tidak diketahui oleh korban, " ujar Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Tri Wahyudi, Senin (4/7/2022).
Pihaknya turut mengamankan barang bukti dari tangan pelaku berupa tas milik korban yang dicuri dan barang-barang milik tersangka.
"Uang hasil mencuri sudah dipakai tersangka, dan kami mendapatkan tas yang dicurinya, " katanya.
Baca juga: Lomba Senam Jantung Sehat se-Palembang, Ibu-ibu dan Bapak-bapak Semangat dan Energik
Sementara kedua tersangka saat dijumpai di depan ruang riksa Reskrim Polrestabes Palembang mengatakan jika aksi tersebut dilakukan tanpa direncanakan sebelumnya.
Zulkifli mengatakan jika dirinya membagi uang hasil mencuri dengan rekannya.
"Dapat uang Rp 6 juta kami bagi dua. Kalau saya kirim uang untuk anak saya yang ada di Bengkulu Rp 2,5 juta. Sisanya saya beli pakaian untuk saya, " ujarnya
Sedangkan, Effendi mengaku ia mengajak Zulkifli untuk masuk ke dalam rumah korban.
"Jadi ceritanya saya ngajak Zul ada kerjaan untuk kita malam ini. Tidak kami incar sebelumnya, " katanya.
Ia dan Zulkifli masuk dengan cara merusak kunci pintu belakang korban menggunakan lidi lewat lobang kunci pintu. Ketika masuk ke dalam rumah, keduanya masuk dan melihat tas korban yang tergeletak.
Setelah diperiksa ternyata berisi uang.
"Lobang kunci saya congkel pakai lidi, kemudian kami masuk, " ujarnya.
Baca berita lainnya langsung dari google news.