Berita Palembang
Kabar Terbaru Polwan Suci Darma Diungkap Keluarga, Naik Pangkat Jadi Brigadir Polisi
Kabar Polwan Suci Darma diungkap anggota keluarga, masih syok atas musibah meninggalnya janin dalam kandungan. Sebelumnya sempat posting naik pangkat.
Penulis: Shinta Dwi Anggraini | Editor: Vanda Rosetiati
"Iya benar (meninggal), " ujar Titis kepada Tribunsumsel.com, Sabtu (2/7/2022).
Ia menjelaskan calon bayi Polwan suci meninggal tanpa disadari. Meninggalnya sang calon bayi diketahui Suci ketika memeriksakan diri ke dokter.
"Meninggalnya tidak diketahui, Suci ke dokter karena bayinya sejak kemarin siang kok gak gerak-gerak begitu, " jelasnya.
Saat itulah dokter menyatakan janin yang dikandung Polwan Suci sudah meninggal dunia.
Sebelumnya melalui postingan Instastory Instagram pribadi, Briptu Suci Darma Polwan Polda Sumsel ini mengunggah informasi kematian bayi yang dikandungnya.
Dalam beberapa unggahannya, tampak beberapa kerabatnya coba menegarkan Polwan Suci atas kepergian buah hatinya.
"Anakku, surgaku, cahayaku" tulis Polwan Suci.
Kasus ASN OKI Selingkuh
Sebelumnya, Polwan Suci Darma muncul di hadapan publik, Selasa (21/6/2022). Dia menggelar konfrensi pers terkait kasus ASN selingkuh di OKI yang melibatkan suaminya berinisial DK serta seorang ASN OKI lainnya inisial WAG.
Didampingi kuasa hukumnya, Titis Rachmawati SH MH, Briptu Suci secara gamblang menuntut agar Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) Iskandar untuk segera memecat suaminya Damsir Khalik untuk dipecat sehubungan kasus ASN selingkuh di OKI.
Tidak lain tidak bukan, tuntutan itu dilakukan karena Damsir Khalik diduga berselingkuh dengan stafnya berinisial WAG sesama ASN di Kabupaten OKI. Kasus ASN OKI selingkuh ini sempat viral sebagai kasus layangan putus versi ASN.
"Saya minta ketegasan Pak Bupati. Mereka (Damsir dan WAG) bukan hanya dinonaktifkan, tapi juga dipecat," ujar Suci yang tak kuasa menahan tangis.
Persoalan ini, kata Briptu Suci Darma cukup menganggu psikologisnya yang kini sedang hamil memasuki usia kandungan 7 bulan.
Untuk itu Briptu Suci sangat berharap kasus ini segera terselesaikan sebab dia ingin menjalani hidup dengan tenang.
"Saya juga mau fokus sama kesehatan saya dan anak saya. Harus berapa lama lagi saya menunggu yang seperti tidak ada ujungnya ini," ujarnya dengan suara terbata-bata menangis.