Berita OKI Mandira

Cerita Enjelia Pelajar asal Desa Perairan OKI, Peroleh Wisata Edukasi Berkat Pintar Matematika

Enjelia Dwi Ismawati pelajar SDN 1 Sidomakmur, Ogan Ilir bersama empat rekan lainnya mendapat apresiasi berupa wisata edukasi ke Jakarta dan Bogor

Penulis: Winando Davinchi | Editor: Sri Hidayatun
Winando Davinchi/tribunsumsel.com
Enjelia Dwi Ismawati pelajar SDN 1 Sidomakmur Peroleh Wisata Edukasi Berkat Pintar Matematika. 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG - Ketekunan, kerja keras dan semangat tinggi tidak akan terbatas ruang dan jarak.

Falsapah itu dipegang oleh Enjelia Dwi Ismawati pelajar SDN 1 Sidomakmur Kecamatan Air Sugihan Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Meski lahir dan bersekolah diwilayah pedalaman tidak menyurutkan semangatnya untuk berprestasi. 

Enjelia bersama empat pelajar lainnya, Aben Raden Samudra Jaya Siswa kelas IV SD IT Madani Kayuagung, Putri Amelia siswi SDN 1 Sirah Pulau Padang M. Rizky Aditia siswa kelas VII SMP Plus Literasi Petir dan Dyra Humaira Suwandi siswi SMAN 3 Unggulan Kayuagung mendapat apresiasi berupa wisata edukasi ke Jakarta dan Bogor Jawa Barat dari tanggal 25 sampai dengan 28 Juni 2022.

Baca juga: Sudah Mulai Dipasang, Bakal Ada Dua Kamera Tilang Elektronik di Kayuagung OKI

Enjelia dan rekan-rekannya adalah peserta terbaik yang menyisihkan 500 peserta kompetisi Matematika Suprarasional rayon Ogan Komering Ilir yang diselenggarakan oleh Rumah Literasi OKI bekerjasama dengan Klinik Pendidikan Mipa (KPM) Bogor yang berlangsung mulai dari Januari hingga April 2022 lalu.

"Senang dapat ambil bagian dalam kompetisi matematika dan punya kesempatan yang sama dengan teman-teman yang bersekolah di kota-kota," Ungkap Anjelia pada acara pelepasan finalis di Kantor Bupati OKI.

Enjelia mengaku sangat menyukai matematika meskipun pelajaran ini dianggap sulit oleh kebanyakan orang.

"Suka hitung-hitungan, juga menghapal rumus-rumus. Ada kepuasan kalau berhasil menyelesaikan soal," terang dia.

Enjelia juga berpesan kepada teman sebayanya yang bersekolah di desa untuk jangan putus asa dan tidak kehilangan semangat belajar.

"Sama saja mau sekolahnya di desa atau di kota, yang penting semangat kita untuk belajar," ujar dia.

Sementara Suwantri (53) ibu Enjelia mengaku bangga dengan prestasi anaknya meski bukan dari keluarga berada, anak bungsunya ini mampu berprestasi.

"Haru saya, Bapaknya kerja sebagai buruh sawit, tapi semangat dia untuk belajar sangat tinggi," terang Suwantri.

Kisah haru lainnya diceritakan Suwantri saat diundang ke Kayuagung untuk menerima hadiah dan berangkatkan ke Jakarta.

Mengingat untuk menuju Kayuagung dibutuhkan ongkos yang cukup tinggi.

"Saya bilang sama panitianya kami gak ada ongkos kalau mau berangkat ke Kayuagung karena harus naik speed boat ke Palembang dan naik taksi lagi ke Kayuagung," ujar Suwantri lirih. 

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved