Berita Lubuklinggau
Sudah Tiga Kali Dapat Info Palsu Kebakaran, Damkar Lubuklinggau Akan Lapor Polisi
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kota Lubuklinggau mendapat informasi palsu atau (prank) kebakaran.
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Yohanes Tri Nugroho
Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis
TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU -Sungguh terlalu Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kota Lubuklinggau mendapat informasi palsu atau (prank) soal kebakaran.
Sepanjang Januari hingga Juni ini sudah tiga kali DPKPB Kota Lubuklinggau mendapat laporan palsu dari masyarakat.
Informasinya laporan itu bermula ada warga yang menghubungi DPKPB melaporkan ada kejadian suatu kebakaran pemukiman di Kota Lubuklinggau.
Namun, saat petugas DPKPB datang ke lokasi untuk memadamkan api tidak menemukan adanya kebakaran tersebut.
Kepala DPKPB Kota Lubuklinggau, Lutfi Ishak mengatakan untuk menanggulangi adanya laporan palsu soal kebakaran ini berencana menerapkan aplikasi.
"Sekarang kita ada rencana membuat aplikasi Si Damkar sejenis macam jenis aplikasi ojek online," ungkapnya pada wartawan, (21/6/2022).
Harapannya, adanya aplikasi tersebut dapat mengatasi dan mengantisipasi terjadinya prank.
Sebab dengan aplikasi tersebut otomatis bisa mengecek hotspot si penelpon.
"Begitu dia tekan nomor kita, ketahuan dimana dia titiknya," ujarnya.
Menurutnya, aplikasi itu saat ini sedang diproses untuk dibuat. Aplikasi itu untuk membantu masyarakat.
Dia langsung kena Undang-undang.
"Karena bisa terlacak melalui aplikasi itu terpantau titiknya. Aplikasi itu lagi diproses. Kalau sebelumnya manual pakai nomor 113. Kalau manual tidak bisa kita lacak," katanya.
Pihaknya pun menyayangkan adanya ulah orang tak bertanggung jawab dengan memberikan laporan palsu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Informasi-Palsu-Kebakaran.jpg)