Berita Pali Serasi Nia

Rumah Restorative Justice Kejari PALI Diberi Nama Umah Berasan

Kejaksaan Negeri Penukal Abab Lematang Ilir ( Kejari PALI) menyiapkan rumah restorative justice (RJ) dengan diberi nama umah berasan.

Editor: Sri Hidayatun
Humas Pemkab PALI
Bupati PALI saat memukul Gong sebanyak tiga kali tanda meresmikan Umah Berasan di PALI. Umah Berasan yang terletak di Balai Desa, Desa Talang Bulang, Kecamatan Talang Ubi, dilakukan langsung oleh Bupati PALI, Ir. H. Heri Amalindo, MM didampingi Kepala Kejaksaan Negeri PALI, Agung Arifianto, SH MH. Turut juga disaksikan oleh Kapolres PALI, AKBP Efrannedy, SIk, Kabag Hukum Setda PALI, Kepala Desa Talang Bulang Menriadi, serta sejumlah tokoh masyarakat di Desa Talang Bulang, Kamis (16/6/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM,PALI- Kejaksaan Negeri Penukal Abab Lematang Ilir ( Kejari PALI) menyiapkan rumah restorative justice (RJ) dengan diberi nama Umah Berasan.

Peresmian Umah Berasan yang terletak di balai desa, Desa Talang Bulang, Kecamatan Talang Ubi, dilakukan langsung oleh Bupati PALI, Ir. H. Heri Amalindo, MM didampingi Kepala Kejaksaan Negeri PALI, Agung Arifianto, SH MH.

Turut juga disaksikan oleh Kapolres PALI, AKBP Efrannedy, SIk, Kabag Hukum Setda PALI, Kepala Desa Talang Bulang Menriadi, serta sejumlah tokoh masyarakat di Desa Talang Bulang, Kamis (16/6/2022).

Kejari PALI, Agung Arifianto menerangkan bahwa sebuah nama yang sengaja diambil dari bahasa daerah di Kabupaten PALI, yakni Umah Berasan.

Dimana, ini bertujuan untuk menghadirkan kehidupan bermasyarakat seperti dulu, dimana ketika ada perselisihan di tengah masyarakat tidak langsung membawanya ke proses hukum.

"Berdasarkan arahan dari Kepala Kejati Sumsel, bahwa hadirnya Rumah RJ untuk menghidupkan kembali kehidupan masyarakat seperti dulu. Jika ada permasalahan kecil, bisa diselesaikan secara musyawarah dan dihilangkan," kata Agung.

Lebih lanjut, Ia juga menerangkan bahwa untuk perkara yang bisa dibawa ke Rumah RJ adalah perkara pidana yang hukumannya kurang dari lima tahun kurungan serta jika ada kerugian, di bawah Rp 2,5 juta.

Baca juga: Kemekumham Sumsel Gelar Rakor Dilkumjakpol Bahas Restorative Justice

"Artinya tidak semua perkara bisa dibawa atau diperlakukan RJ. Dengan begitu, membentuk persepsi di masyarakat agar hadirnya Rumah RJ tidak diartikan diperbolehkan untuk berperkara," tegasnya.

Sejauh ini, ada tiga perkara di kabupaten PALI, yang telah dilakukan RJ.

Kendalanya terhadap perkara itu, yaitu biaya transportasi para korban untuk ikut sidang dan lainnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved