Berita Muratara
Penjahit di Bumi Silampari Bentuk Organisasi Profesi, Minta Pemerintah Berdayakan Pengusaha Lokal
Penjahit di Bumi Silampari bentuk organisasi profesi. Mereka berasal dari Kota Lubuklinggau, Kabupaten Musirawas dan Musi Rawas Utara (Muratara)
Penulis: Rahmat Aizullah | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Penjahit, pengusaha konveksi, sablon, serta bordir yang berusaha di tiga daerah yakni Kota Lubuklinggau, Kabupaten Musirawas dan Musi Rawas Utara (Muratara) kini memiliki organisasi profesi.
Mereka secara resmi berhimpun diri membentuk perkumpulan berbadan hukum.
Perkumpulan mereka diberi nama Serikat Penjahit Bumi Silampari (SPBS).
Sekretaris SPBS, Fitra Yudha menjelaskan organisasi profesi SPBS ini meliputi penyedia jasa menjahit, pengusaha konveksi dan sablon serta bordir yang menjalankan usahanya di tiga daerah.
"Tiga daerah ini disebut Bumi Silampari, yaitu Kota Lubuklinggau, Kabupaten Musirawas dan Kabupaten Muratara," kata Fitra Yudha pada TribunSumsel.com, Senin (13/6/2022).
Organisasi ini, kata Fitra, berbadan hukum perkumpulan dengan Akta Nomor 03 tertanggal 12 April 2022 oleh Notaris Ridho Hasnur Putra SH M.Kn serta sudah terdaftar di Kemenkumham dengan Nomor AHU-0004287.AH.01.07 tahun 2022.
"Keberadaan kami ini juga sudah kami daftarkan ke Kesbangpol Lubuklinggau. Jadi, soal legalitas organisasi, mulai dari akta notaris, AD/ART, Kemenkumhan semuanya sudah ada dan sudah sangat lengkap," tegas Fitra.
Ia menerangkan, tujuan dari SPBS ini diantaranya adalah sebagai wahana komunikasi antar penyedia jasa jahit dan pengusaha sablon atau konveksi.
Melalui organisasi, mereka nanti dengan sendirinya membentuk jaringan usaha yang saling membutuhkan dan menguntungkan satu sama lain.
Tak hanya itu, lanjut Fitra, saat acara peresmian juga dibahas kegiatan serta mendengarkan sumbang saran bahkan uneg-uneg dari anggota.
Salah satunya ada permohonan anggota agar organisasi ini memfasilitasi proyek-proyek terkait penyediaan pakaian dan seragam dari pemerintah agar diberikan kepada pengusaha lokal.
Mereka pada intinya meminta agar pemerintah memberdayakan tenaga lokal dulu sebelum melempar itu ke pengusaha di luar daerah.
"Soal harga dan kualitas, para penjahit di daerah kita tidak kalah bersaing dengan yang di luar kota. Maka ini semua nantinya akan disampaikan, dan difasilitasi pengurus SPBS," kata Fitra.
Sementara itu, melihat antusias dan semangat para anggota SPBS, Yunaldi selaku Ketua SPBS berharap organisasi ini dapat berkembang, solid dan selalu harmonis.
"Organisasi profesi ini yakin dapat berkembang dengan kekompakan dan harmonisasi antar anggota," ujarnya.