Keutamaan Surat At Takwir 29 Ayat Lengkap Beserta Bacaannya, Arab Latin dan Terjemahan

At-Takwir merupakan surat ke-81 dalam Al-Quran. Surat ini dalam Al-Quran terletak setelah Surah ‘Abasa dan sebelum Surah Al-Infitar.

Tribun Sumsel
Bacaan Surat At Takwir Lengkap 29 Ayat 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG- At-Takwir merupakan surat ke-81 dalam Al-Quran dan masuk dalam golongan surat Makkiyah

Surat At Takwiir mengemukakan tentang kejadian-kejadian pada hari kiamat serta kebenaran Al Quran sebagai wahyu Allah dan kerasulan Nabi Muhammad s.a.w

Dalam kitab Lamahatul Anwar wa Nafahatul Azhar, Muhammad bin Abdul Wahid Al-Ghafiqi menyebutkan beberapa riwayat mengenai keutamaan surah Al-Takwir.

  • Mengetahui proses terjadinya hari kiamat: "Dari Ibnu Umar, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda; Barangsiapa yang senang ingin melihat hari kiamat seperti halnya dia melihat dengan mata kepala, maka hendaknya dia membaca surah Idzasy syamsu kuwwirat, idzas samaa-un fathorot, dan idzas samaa-un syaqqot."
  • Dilindungi dari kejelekan di dunia dan akhirat: Dari Nabi Saw bahwa beliau bersabda; "Barangsiapa membaca surah ‘Abasa dan Idzasy syamsu kuwwirat, maka akan melindunginya dari kejelekan di dunia dan akhirat."
  • Dari Ubay bin Ka’ab, dari Nabi Saw bahwa beliau bersabda; "Barangsiapa membaca surah Idzasy syamsu kuwwirat, maka Allah melindunginya untuk menjellekkannya hingga dia buku catatan amalnya diberikan."

Berikut bacaan surat At Takwir lengkap 29 ayat beserta tulisan latin dan terjemahannya.

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Bismillahirrahmaanirrahiim

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

اِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْۖ
iżasy-syamsu kuwwirat
1. Apabila matahari digulung,

وَاِذَا النُّجُوْمُ انْكَدَرَتْۖ
wa iżan-nujụmungkadarat
2. dan apabila bintang-bintang berjatuhan,

وَاِذَا الْجِبَالُ سُيِّرَتْۖ
wa iżal-jibālu suyyirat
3. dan apabila gunung-gunung dihancurkan,

وَاِذَا الْعِشَارُ عُطِّلَتْۖ
wa iżal-'isyāru 'uṭṭilat
4. dan apabila unta-unta yang bunting ditinggalkan (tidak terurus),

وَاِذَا الْوُحُوْشُ حُشِرَتْۖ
wa iżal-wuḥụsyu ḥusyirat
5. dan apabila binatang-binatang liar dikumpulkan,

وَاِذَا الْبِحَارُ سُجِّرَتْۖ
wa iżal-biḥāru sujjirat
6. dan apabila lautan dipanaskan,

وَاِذَا النُّفُوْسُ زُوِّجَتْۖ
wa iżan-nufụsu zuwwijat
7. dan apabila roh-roh dipertemukan (dengan tubuh),

وَاِذَا الْمَوْءٗدَةُ سُىِٕلَتْۖ
wa iżal-mau`ụdatu su`ilat
8. dan apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup ditanya,

بِاَيِّ ذَنْۢبٍ قُتِلَتْۚ
bi`ayyi żambing qutilat
9. karena dosa apa dia dibunuh?

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved