Berita Muratara

Hanya Berjarak Satu Meter dari Sungai Rupit Muratara, Rumah Dewi Dirobohkan

Rumah Dewi (50) yang berada sangat dekat dengan sungai Rupit di Desa Beringin Jaya, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) dirobohkan

Penulis: Rahmat Aizullah | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/RAHMAT
Rumah Dewi yang masih berdiri dan yang telah dirobohkan karena sudah sangat dekat dengan Sungai Rupit di Desa Beringin Jaya, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara. 

Laporan Wartawan TribunSumsel.com, Rahmat Aizullah 


TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Rumah Dewi (50) yang berada sangat dekat dengan sungai Rupit di Desa Beringin Jaya, Kecamatan Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) sudah dirobohkan.

Dewi bersama keluarganya kini sudah pindah ke tempat lain, namun masih dalam wilayah desa tersebut. 

"Sudah pindah dia, rumah itu sudah dirobohkannya, sudah sekitar satu bulan lah," kata Usman, warga desa setempat pada TribunSumsel.com, Senin (30/5/2022). 

Usman mengungkapkan sudah ada sekitar empat rumah yang dirobohkan karena tebing sungai Rupit terus mengalami abrasi. 

Menurut dia, tebing sungai Rupit semakin tergerus lantaran dihantam terjangan air dari hulu. 

Pasalnya, kondisi sungai berbentuk tikungan ditambah arus yang deras terutama saat volume sungai meningkat. 

"Kondisi sungai ini kan menikung, jadi air dari hulu itu menghantam terus, makanya tebingnya terkikis longsor," terang Usman.

Ia menyebut, pemerintah kabupaten dan provinsi hingga anggota DPR RI sudah mengecek kondisi tebing sungai yang terus abrasi itu, namun belum ada solusi. 

"Kalau dari pemerintah sebenarnya sudah tahu kondisinya, dari kabupaten, dari provinsi, dari DPR pusat juga sudah ke sini," katanya. 

Sementara itu, pemilik rumah, Dewi mengatakan sudah mewanti-wanti bahwa tempat tinggalnya itu lambat laun akan dirobohkan karena semakin dekat dengan sungai.

"Daripada kenapa-kenapa, kondisinya juga sudah sangat dekat, jadi kami memutuskan untuk pindah," katanya. 

Dewi mengungkapkan sudah berkali-kali pindah rumah akibat tebing sungai sedikit demi sedikit terjadi longsor. 

Dewi merasakan ancaman longsor terus menghantui sehingga dirinya harus selalu siaga kala itu. 

Bahkan ia mengaku tak nyenyak tidur bila terjadi hujan pada malam hari karena khawatir rumahnya ambles. 

"Ya kalau masih di situ tidur tidak nyenyak, takut sedang tidur rumah jatuh ke sungai," katanya. 

Baca juga: Daftar Susunan Terbaru Pimpinan, Badan Hingga Komisi di DPRD Muratara

Dewi menyatakan dahulu jarak sungai dari kediamannya sekira 20 meter, namun sekarang tinggal 1 meter lagi.

"Dulunya masih jauh dari sungai, kemudian sedikit demi sedikit longsor, sampai dekat begitu," katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved