Berita Palembang
Ditanya Jabatan Nasrun Umar Setelah Tak Lagi Pj Bupati Muara Enim, Ini Jawaban Gubernur Herman Deru
Ditanya jabatan Nasrun Umar setelah tak lagi Pj Bupati Muara Enim, ini jawaban Gubernur Herman Deru.
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Ditanya jabatan Nasrun Umar setelah tak lagi Pj Bupati Muara Enim, ini jawaban Gubernur Herman Deru.
Nasrun Umar yang sebelumnya menjabat sebagai Pj Bupati Muara Enim, kini telah habis masa jabatannya sebagai Pj Bupati Muara Enim dan digantikan Kurniawan.
Banyak yang bertanya-tanya, akan ditempatkan dimana Nasrun Umar setelah tidak menjabat sebagai Pj? Menurut Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru, Nasrun Umar mengajukan cuti.
"Nasrun Umar saat ini sedang cuti," katanya usai acara Penyerahan SK Plh Bupati Muara Enim di Griya Agung, Kamis (12/5/2022).

Menurut Deru, ia belum menentukan jabatan untuk Nasrun Umar. Dikarenakan secara usia berdasarkan usia pada bulan depan yaitu Juni mendatang sudah pensiun.
"Kalau sesuai dengan usia kelahiran Juni ini, Nasrun Umar pensiun. Kecuali diangkat jabatan fungsional lainnya," ungkapnya
Menurutnya, masih ada kemungkinan bahwa Nasrun Umar bisa saja diangkat jabatan fungsional. Kemungkinan itu masih tetap ada, lihat saja nanti. Karena memang dia masih cuti.
Kurniawan Plh Bupati Muara Enim
Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru menyerahkan secara langsung SK Pelaksana Harian (Plh) Bupati Muara Enim kepada Kurniawan di Griya Agung.
Kurniawan merupakan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumsel, yang kini resmi menjabat sebagai Plh Bupati Muara Enim.
"Pejabat lama habis maka kita ganti, sehingga tidak ada kekosongan pemerintah di Muara Enim. Saya yakin Kurniawan punya bekal untuk memimpin Kabupaten Muara Enim," kata Deru, Kamis (12/5/2022).
Menurutnya, karir Kurniawan tertata dengan baik mulai dari Lurah, Sekcam, Kadis bahkan Sekda.
Tentu itu bisa jadi pengalaman yang bisa menavigasi Muara Enim.
Dari pengalaman yang dimilikinya, bisa dimanfaatkan untuk mendeteksi masalah sejak dini sehingga tidak timbul masalah.
"Saya ingin Muara Enim betul-betul kondusif. Maka jangan memanfaatkan jabatan karir untuk berpolitik. Seorang Plh dan PJ merupakan pejabat karir yang tidak boleh ikut berpolitik," pesannya
Menurutnya, jika mau berpolitik maka berhenti saja jadi ASN.
Deru berharap Kurniawan berhenti memasang gambar dan tebar pesona, sebab ketika pejabat berpolitik maka saat itulah bisa merusak kebirokrasian.
"Ingat jangan menjurus pada marketing politik. Baik buruknya anda (Kurniawan) juga mencerminkan baik buruknya saya sebagai penunjuk Plh. Program yang baik lanjutkan dan yang kurang pas evaluasi," katanya
Menurut Deru, Plh ini tidak ada limitnya.
Meskipun tidak ada limitnya, tapi tergantung anda menjalankannya karena bisa saja hanya satu hari, satu bulan bahkan satu tahun.
"Pesannya leadership, kemasan dari semua kinerja itu leadership bagaimana cara Kurniawan memimpin Daerah bukan hanya dinilai saya tapi masyarakat dan stakeholder," katanya.
Sedangkan Kurniawan menambahkan bahwa Plh ini perpanjangan tangan dari Gubernur.
Untuk turun ke daerah, memastikan roda pemerintahan tetap jalan jangan sampai terhenti.
"Nantinya saya akan konsolidasi dengan Forkopimda bertemu teman-teman ASN di Muara Enim. Intinya pelaksanaan ini bagian dari tim dan tidak bisa melaksanakan sendiri, jadi kita bersama-sama membangun Muara Enim," katanya
Menurutnya, ia tidak berpikir untuk melakukan perombakan jabatan. Ia hanya ingin menjalankan roda pemerintahan dan pelayanan publik dengan baik.
"Pasan gubernur jangan berpolitik, karena memang Plh, PJ merupakan pejabat karir. Oleh karena itu beliau berpesan sebagai pembina politik, tapi tidak berpolitik," katanya.

Profil Kurniawan Plh Bupati Muara Enim
Kurniawan merupakan pria asal Lampung Utara kelahiran 1975.
Ia merupakan lulusan STPDN Jatinangor 1998 dan bertugas sebagai staf Kelurahan Siring Agung pada 1998.
Kemudian menjadi Seklur Bukit Lama.
Lalu pada 1999 ia menjadi Lurah 36 Ilir dan pada 2000 menjadi Lurah Demang Lebar Daun.
Pada 2003 ia menjadi Sekcam Ilir Timur 1 dan pada 2006 menjadi Camat Sebrang Ulu I.
Pada 2009-2013 ia menjadi Camat Ilir Barat I.
Baru kemudian di 2013-2016 ia menjadi Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Diklat Kota Palembang.
Bahkan pada 2016 ia pernah menjadi Plt Sekda Kota Palembang dan menjadi Kadis Diskominfo Kota Palembang.
Kemudian pada 2016-2019 menjadi Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang.
Pada 2019 ia menjadi Kepala Kesbangpol Kota Palembang dan di 2020 ia menjadi Kepala Kesbangpol Sumsel hingga sekarang.
Untuk sekolah dari SD hingga SMA ia selesaikan di Tanjung Karang.
Kemudian selesai SMA masuk STPDN Ilmu Pemerintahan. Kemudian untuk S2 di Satyagama.
Baca berita lainnya langsung dari google news.