Berita Muratara
Kabur ke Banten, Sopir Bus Tabrakan Maut Tewaskan 4 Orang di Jalinsum Muratara Ditangkap
Polisi menangkap sopir bus Family Raya Ceria yang melarikan diri pasca-kecelakaan maut di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).
Penulis: Rahmat Aizullah | Editor: Yohanes Tri Nugroho
"Tidak sia-sia, Polresta Serang Kota berhasil menangkap tersangka setelah meyakini posisinya di perumahan tersebut," ujarnya.
Maruli Hutapea mengatakan tersangka WJ mengaku kabur karena takut dihakimi massa dan tak ingin mempertanggungjawabkan peristiwa kecelakaan maut itu.
"Tersangka takut 'dimassa' (dikeroyok massa) dan dipenjara sehingga langsung kabur ke Kota Serang," katanya.
Saat ini tersangka tengah dimintai keterangan oleh penyidik di Polsek Serang dan tersangka segera dijemput oleh anggota Polres Muratara.
"Kami sudah komunikasi dengan Polres Musi Rawas Utara akan jemput tersangka. Namun untuk melengkapi berita acara pelimpahan, penyidik Polsek Serang melakukan pemeriksaan pendahuluan," katanya.
Tersangka dijerat dengan Pasal 310 ayat (4) UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yaitu kecelakaan yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia dengan ancaman pidana 6 tahun penjara.
Satu Keluarga Meninggal Hendak Jualan Kalangan
Duka menjelang Lebaran Idul Fitri 1443 Hijirah, satu keluarga meninggal dunia karena mengalami kecelakaan.
Satu keluarga yakni Deni Riansyah (25), istrinya Meliya Yunita (30), dan anaknya Delpin (3 tahun) serta ibu mertuanya Mas (53) tewas di tempat.
Sementara Intan (11 tahun) putri sulung Deni selamat, namun mengalami patah tangan kanan.
Warga Asal Jalan Pelita Jaya, Kelurahan Lubuk Tanjung, Kecamatan Lubuklinggau Barat I ini tewas setelah mengalami kecelakaan di Jalinsum Desa Rantau Jaya, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Jumat (29/4/2022) pagi.
Satu keluarga ini tewas setelah mobil pikap Suzuki Carry bernomor polisi BG-8581-PD yang mereka tumpangi bertabrakan dengan bus Family Raya Ceria bernomor polisi BH-7795-FU.
Rangga Saputra salah satu kerabat korban mengaku terkejut ketika mendapat kabar keluarga bibinya meninggal dunia karena mengalami kecelakaan lalulintas.