Idul Fitri 1443 H

Perjuangan Pemudik Agar Berkumpul dengan Keluarga, Baru Bisa Pulang Saat Hari Lebaran

Momen berkumpul dengan keluarga di Hari Raya Idul Fitri 1443 H tidak ingin dilewatkan siapapun yang hendak berkumpul dengan keluarga.

Penulis: Rachmad Kurniawan | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/RACHMAD KURNIAWAN
Penumpang pesawat di Bandara SMB II ketika berkumpul dengan keluarga, Senin (2/5/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Momen berkumpul dengan keluarga di Hari Raya Idul Fitri 1443 H tidak ingin dilewatkan siapapun yang hendak berkumpul dengan keluarga setelah sekian lama tidak berkumpul.

Bahkan di Hari Raya Idul Fitri 1443 H pun masih digunakan perantau untuk pulang ke Palembang demi bisa berkumpul dengan keluarga tercinta.

Pemandangan ini terlihat di Bandara Internasional SMB II Palembang, tak sedikit warga yang menunggu kedatangan keluarganya di Bandara, Senin (2/5/2022). Suasana haru dari penumpang yang baru tiba terlihat di Bandara di hari Idul Fitri ini.

Pantauan Tribunsumsel.com, aktivitas di pintu kedatangan lebih dominan dibandingkan pintu kedatangan.

Juanda (38) salah satu penumpang pesawat dari Yogyakarta yang baru tiba, mengungkapkan kegembiraannya saat baru sampai di Bandara disambut ibu dan adiknya. Sebelumnya ia harus transit ke Jakarta kemudian melanjutkan ke Palembang.

Dengan menenteng koper bersama istri dan anak-anaknya.

"Sudah dua tahun kan tidak bisa mudik, akhirnya bisa kumpul sama keluarga lagi di hari lebaran, " ungkapnya.

Ia bercerita ketika memesan tiket selalu kehabisan pada sepekan sebelum Idul Fitri dan baru mendapat tiket pesawat pada tanggal 2 Mei atau tepat pada hari Raya Idul Fitri.

"Pesannya sudah dari H-6 dapat jadwalnya pas di hari Raya, banyak yang berebut pesan tiket jadi kalau mau berangkat sebelum lebaran tak bisa lagi. Akhirnya bisa lebaran, orangtua sudah kangen sama anak cucu, " katanya.

Suasana yang berbeda dirasakan jika berlebaran di kampung halaman ketimbang di perantauan.

"Disana sudah sejak keterima bekerja dan biasanya pulang kalau lebaran. Lebaran di perantauan beda suasananya dibandingkan disini (Palembang), " katanya.

Kegigihan untuk bisa pulang kampung meskipun pada saat momen hari lebaran juga ditunjukkan oleh Memi (23) yang bekerja dua tahun di Bangka.

Dua lebaran sebelumnya ia belum bisa berkumpul dengan keluarga karena baru diterima bekerja dan yang kedua karena masih pandemi Covid-19.

Baca juga: Lebaran Hari Pertama Mall Tetap Buka Saat Lebaran, Operasional Lebih Siang

Saking sulitnya mendapat tiket, ia hanya mendapat satu tiket ke Palembang. Padahal ia berencana mudik bersama seorang temannya yang juga ingin pulang ke Palembang.

"Iya susah dapat tiket harus jauh-jauh hari apalagi banyak yang ingin mudik pasti tahun ini. Teman saya mungkin bakal menyusul besok, soalnya dia dapat tiket jadwal untuk besok, " ujarnya.

Pada tahun 2020 dan 2021 ia hanya berlebaran di kost-kostan bersama teman tempatnya bekerja. Dan hanya berkomunikasi via Video Call dengan keluarga di Palembang

"Di Bangka tidak bisa kemana-mana paling cuma ke tempat teman yang bekerja saja. Sisanya di kostan," katanya.

Baca berita lainnya langsung dari google news

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved